Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib Ismail Kagum Lihat Pengembangan Sapi di Pasuruan

Gambar berita
19 November 2020 (18:32)
Ekonomi
4249x Dilihat
0 Komentar
admin

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Ismail Bin Yahya, berkunjung ke Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/11/2020) siang.

Orang nomor dua se-Provinsi Kalteng itu berkunjung ke Loka Penelitian Sapi Potong (Lolit Sapi) di Grati untuk melihat sejauh mana prototype pengembangan sapi potong yang baik dan benar. Sehingga diharapkan bisa mendukung langkah Pemerintah Pusat dalam menjadikan Provinsi Kalteng sebagai Food Estate atau Kawasan Pangan Nasional.

“Kami akan dijadikan Food Estate nasional, sehingga mau gak mau kami harus belajar banyak. Bukan hanya soal pertanian dan holtikultura saja, tapi juga peternakan sapi. Makanya kami datang ke Pasuruan,” kata Ismail di sela-sela kunjungannya.

Dipilihnya Lolit Sapi di Grati sebagai lokasi kunjungan tak lain karena merupakan satu-satunya balai penelitian sapi potong terbesar di Indonesia. Kata Ismail, Lolit Sapi di Grati terbukti berhasil mengembangkan populasi sapi Madura, sapi bali, PO (peranakan ongole) dan Belgian Blue di Indonesia.

“Saya lihat sapinya gemuk semua. Besar-besar dan tidak ada yang sakit. Semuanya dirawat dengan baik dan benar. Kandangnya juga representative dan tidak bau. Saya puas sekali datang ke sini,” akunya.

Sementara itu, Plh Lolit Sapi di Grati, Dicky Pamungkas menegaskan bahwa hingga saat ini, banyak sekali mitra kerja yang berkunjung ke Lolit Sapi. Salah satunya adalah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang sudah dua kali datang ke Lolit Sapi Grati.

“Hari ini selain Wakil Gubernur Kalteng, juga ada dari Pemprov Jawa Tengah yang juga berkunjung. Ini sebagai sebuah kehormatan, karena kami bisa memberikan banyak materi tentang pengembangan sapi potong,” jelasnya.

Dijelaskannya, Lolit Sapi di Grati merupakan balai penelitian yang dari sisi kebenaran jenis sapi maupun teknologinya, dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga apabila banyak mitra kerja, baik itu pemerintah daerah atau peternak yang ingin mengadopsi cara dan ilmunya, maka sudah dipastikan akan mendapatkan secara lengkap.

“Kita terus lakukan inovasi. Kita punya kit deteksi birahi, system recording berbasis android, pakan biasa tanpa hijauan tapi bisa buat sapi gemuk. Inilah yang kami buktikan untuk bisa terus focus pada pengembangan sapi potong di tanah air,” tutup Dicky. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Hadiri Halal Bihalal PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PD Muhamma...

Article Image
33 Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Disalurkan ke Desa/Kelurahan

Fasilitas hingga sarana dan prasarana yang ada di dalam Koperasi Desa/Kelurahan...

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...