Untuk menstabilkan pasokan harga pangan dan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah. Dilaksanakan di Desa Trewung, Kecamatan Grati pada hari Selasa (27/2/2024) pagi, kegiatan berlangsung meriah dan ramai dipadati masyarakat.
Suasana ramai bahkan sudah terpantau sedari pagi, bahkan sebelum acara dibuka oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto pada pukul 08.00 WIB. Tingginya animo warga terlihat di hampir semua stan yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok, barang kebutuhan lainnya dan aneka produk UMKM/IKM unggulan Kabupaten Pasuruan. Khususnya stan yang menjual Beras SPHP (Stabilisasi dan Pasokan Harga Pangan) yang didatangkan langsung dari Bulog Kanwil Jawa Timur.
Dengan sabar, tampak para ibu yang berjumlah ratusan tersebut berbaris rapi mengantri untuk membeli Beras dengan harga Rp 51.000 dalam kemasan 5 Kg. Atau dalam 1 Kg-nya seharga Rp 10.200.
Dalam sambutan singkatnya, Pj. Bupati Andriyanto menyampaikan, digelarnya Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu upaya Pemerintah Daerah untuk menekan laju inflasi daerah dengan mengendalikan distribusi barang kebutuhan pokok. Sekaligus dalam rangka memaksimalkan potensi daerah yang ditampilkan melalui bazar aneka produk unggulan UMKM/IKM Kabupaten Pasuruan. Mulai dari bermacam produk makanan dan minuman hingga produk kriya. Semisal, Lempuk Chrispy yang merupakan produk andalan dari Danau Ranu Grati, dan makanan olahan berbahan dasar Ikan. Ada juga beraneka produk batik tulis khas Kecamatan Grati dengan motif dan corak yang menawan.
"Mudah-mudahan
Gerakan Pangan Murah hari ini bisa bermanfaat untuk Bapak Ibu sekalian.
Teurtama para Ibu yang sangat bersemangat datang pagi-pagi ke Pasar Murah. Saya
juga menghimbau kepada pengusaha skala besar supaya ikut berpartisipasi atau menggelar
Bazaar Pasar Murah di lingkungannya," pintanya di hadapan ratusan pengunjung
dan para tamu undangan.
Di samping itu, Pj. Bupati Andriyanto juga berharap, para pelaku usaha terutama distributor, grosir, agen, pengecer agar tidak menaikkan harga diluar perhitungan wajar. Juga menghindari tindakan yang bersifat spekulatif karena akan merugikan semua pihak. Sekaligus dapat menambah stoknya diatas kebutuhan normal. Tujuannya tidak lain agar ketersediaan barang kebutuhan masyarakat tercukupi.
"Banyak manfaat dari kegiatan Gerakan Pangan Murah, baik secara ekonomi maupun sosial. Diantaranya, tersedianya barang kebutuhan dalam jumlah cukup dengan harga wajar dan terjangkau oleh masyarakat. Juga tumbuhnya kepedulian sosial terhadap yang membutuhkan," ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri oleh Kabid Ketahanan Pangan dan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Jawa Timur, Pujiati tersebut.
Diketahui, selain diikuti oleh Bulog Kanwil Jawa Timur, Gerakan Pangan Murah juga diikuti oleh beberapa perusahaan, BUMN dan UMKM/IKM. Tidak terkecuali Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Kabupaten Pasuruan yang turut meramaikan stan Bazaar Pasar Murah yang berlangsung hingga siang tadi.
Adapun jenis komoditas kebutuhan pokok masyarakat yang disediakan, Beras Bulog kemasan 5 Kg, Gula kemasan 1 Kg, Minyak Kita kemasan 1 liter, Gula Pasir, Bawang Merah, Bawang Putih. Berikut, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Besar, Telur Ayam Ras, Daging Ayam Ras dan aneka makanan olahan dan frozen food.
Lantas bagaimana dengan harganya? Tentunya warga yang berduyun-duyun datang ke lokasi Gerakan Pangan Murah tadi patutlah tersenyum lega. Hal itu dikarenakan harga setiap komoditi yang dijual di saa dibawah harga pasar. Semisal, Bawang Putih Kating yang dijual Rp 35.000 dari harga di pasaran di kisaran Rp 39.000, Bawang Putih Sinco dengan harga Rp 30.000/Kg. Atau Cabai Rawit dalam 1 ons-nya Rp 5.000 dari harga di luar Rp 6.000/ons.
Hadir dalam kegiatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri; Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tri Krisni Astuti dan Camat Grati. Acara turut diikuti oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Ainur Alfiah; Kepala Dinas Kominfo, Ridwan Harris dan beberapa Kepala Perangkat Daerah terkait lainnya.(Eka Maria)
Komentar