Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Waspadai Demam Berdarah, Dinkes Kabupaten Pasuruan Himbau Warga Berantas Sarang Nyamuk

Gambar berita
09 November 2021 (16:33)
Kesehatan
3305x Dilihat
0 Komentar
admin

Memasuki musim penghujan, masyarakat diminta untuk mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue alias DBD.

Di Kabupaten Pasuruan, Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menghimbau masyarakat agar menggalakkan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah mengatakan, munculnya penyakit DBD diakibatkan dari gigitan nyamuk aedes aegypty yang biasa terjadi pada saat musim penghujan tiba. Khususnya pada kondisi yang menyebabkan timbulnya sejumlah genangan. 

"Hal itulah yang perlu diwaspadai masyarakat. Musim hujan ini, warga harus waspada pada DBD yang biasanya muncul genangan air dan menghadirkan sejumlah jentik nyamuk. Karena DBD ini penyakit menular dan setiap tahunnya selalu ada," kata Ani, di sela-sela kesibukannya, Selasa (09/11/2021).

Dijelaskannya, penyebaran penyakit DBD di musim penghujan sangatlah cepat. Di tahun ini, tingginya kasus DBD terjadi pada Januari-April lalu. Dimana terdapat 82 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pasuruan. 

Bahkan, dari jumlah kasus tersebut, 3 warga yang terdiri dari 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan berusia antara 5-10 tahun meninggal dunia karena DBD.

Hanya saja, dalam enam bulan terakhir, kasus DBD di Kabupaten Pasuruan terbilang rendah, lantaran kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau. 

"DBD memang kebanyakan terjadi di musim penghujan. Makanya patut diwaspadai, karena sekarang sudah masuk musim penghujan," ucapnya.

Sejauh ini, berbagai upaya yang dilakukan Dinkes Kabupaten Pasuruan telah dilakukan. Yakni meminta kader jumantik untuk segera bergerak mengawasi penyebaran jentik-jentik nyamuk demam berdarah di sekitar lingkungan RT/RW masing-masing.

Selain itu, Gerakan 3M harus terus digalakkkan, yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 

"Intinya jangan membiarkan ada genangan air terjadi. Jaga kebersihan di sekitar tempat tinggal, dan cuaca seperti ini harus dalam kondisi kesehatan yang tetap terjaga. Makan yang bergizi, olahraga dan istirahat cukup," tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Gus Shobih Lantik 11 Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori melantik sebanyak 11 orang pejabat administ...

Article Image
DWP Kabupaten Pasuruan dan Finna Food Gelar Lomba Memasak Berbahan Dasar Udang

Puluhan Tim dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari seluruh OPD maupun Kecamatan...

Article Image
Mas Rusdi Resmikan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan

Warga Kota dan Kabupaten Pasuruan kini tak perlu repot-repot ke luar daerah untu...

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...