Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk mewujudkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak berkualitas dan bermartabat. Hal itu ditunjukkan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis yang turut berpartisipasi aktif dalam penandatanganan Deklarasi Damai Pemilihan Serentak 2024. Seperti yang dilakukan pada hari ini, Sabtu (9/11/2024) di Lapangan Pacuan Kuda Ledug, Kecamatan Prigen.
Dalam acara yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan tersebut disepakati 5 hal penting yang siap dipedomani secara bersama-sama. Pertama, mewujudkan Pemilihan Serentak 2024 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Kedua, gerakan menolak politik uang, politisasi birokrasi, politisasi SARA dan kampanye hitam. Ketiga, sikap tunduk dan patuh terhadap hukum sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Keempat, saling menghormati serta menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Kelima, turut serta mengawasi pelaksanaan Pemilihan Serentak 2024 demi mewujudkan Pilkada yang berkualitas dan bermartabat.
Baik Pj. Bupati Nurkholis, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan Ari Yunianto, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Ketua KPU maupun jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan membubuhkan tandatangan kesepakatan Deklarasi Damai Pemilihan Serentak 2024. Tidak terkecuali diikuti oleh Liaison Officer (LO) Pasangan Calon (Paslon) Calon Bupati nomor urut 1, LO Paslon Calon Bupati nomor urut 2, LO Paslon Calon Gubernur nomor urut 1, LO Paslon Calon Gubernur nomor urut 2 dan LO Paslon Calon Gubernur nomor urut 3. Berikut, perwakilan dari beberapa Partai Politik, Pemantau Pemilihan da media massa.
Lalu bagaimana dengan langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam mengawal tahapan Pilkada Serentak yang pelaksanaannya sudah di depan mata? Dalam berbagai kesempatan, Pj. Bupati Nurkholis tidak henti-hentinya menstimuli dan mengajak masyarakat untuk membudayakan nilai-nilai Pemilu yang berintegritas dan sesuai dengan budaya lokal. Mewujudkan Pilkada Serentak sebagai pesta demokrasi yang damai, adil dan terbebas dari kecurangan adalah muaranya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus membangun sinergi pengawasan terhadap tahapan Pilkada Serentak dengan mengedepankan prinsip kejujuran, adil, berintegritas dan menghormati nilai-nilai budaya setempat. Diantaranya melibatkan Tim Pengawas Pemilihan dari berbagai wilayah Kecamatan dan Desa. Pengoptimalan pengawasan juga dilakukan dengan melibatkan seluruh Camat untuk menjaga kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Hal itu dibarengi dengan bersikap netral sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Momen sekarang ini adalah bulan politik. Jadi semuanya harus lebih berhati-hati. Saya yakin semua sudah punya pilihan masing-masing. Makanya hati-hati. Karena itu saya titip kepada Camat, jaga ketenteraman dan kondusifitas agar dapat terwujud Pemilukada yang aman dan damai," pintanya.
Kata Pj. Bupati Nurkholis, ikhtiar kolektif dalam menjaga keamanan jalannya Pilkada Serentak tahun ini juga dapat dilakukan dengan berkoordinasi bersama jajaran samping. Sehingga kondusifitas dan ketenteraman wilayah akan terjaga.
Pj. Bupati Nurkholis tak lupa meminta para Camat agar melakukan pemetaan dan pencegahan konflik. Terlebih Camat bersinggungan langsung dengan masyarakat dengan segala dinamika sosialnya. Baik yang dilakukan sebelum pelaksanaan pemilihan maupun pasca Pilkada. Seperti potensi terjadinya money politik, black campaign, bentrok antar pendukung, keterlambatan logistik, manipulasi suara serta pencegahan unjuk rasa hingga pengrusakan objek vital. (Eka Maria)
Komentar