Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Gambar berita
06 Mei 2026 (08:06)
Ekonomi
957x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, sumringah.

Cabai yang mereka tanam dalam beberapa bulan terakhir, mulai dipanen. Tak hanya dipanen, namun harga jual komoditas pedas itu juga cukup tinggi di pasaran.

Edy Wiyono, salah seorang petani cabai merah besar di Dusun Purwono, Desa Baledono mengaku memiliki 0,5 hektar kebun dengan jumlah vegetasi sekitar 5000 tanaman. Dalam sekali panen, cabai merah besar yang dihasilkan bisa mencapai 200 kilogram alias 2 kwintal. 

"Kalau satu batang tanaman cabai bisa menghasilkan setengah kilogram cabai. Dan alhamdulillah sekarang mulai panen," kata Edy di sela-sela memanen, Rabu (6/5/2026).

Seluruh cabai yang dipanennya dipastikan berkualitas. Soal harga, Edy menyebut per kilogramnya dijual sebesar Rp 30 ribu dari harga petani.

"Kalau dijual di pasar ya bisa antara 50 ribu sampai 60 ribu per satu kilogram," imbuhnya. 

Dalam hal perawatan, Edy mengaku tetap hati-hati dengan serangan hama trhrips yang menyebabkan daun mengeriting ke atas, berubah warna menjadi coklat tembaga, dan tanaman menjadi kerdil.

Untuk mengatasinya, ia menggunakan Insektisida. Dalam artian mengaplikasikan insektisida yang tepat sasaran, seperti bahan aktif abamektin untuk thrips/tungau, atau insektisida sistemik untuk kutu kebul.

"Kadang kami juga menggunakan perangkap kuning berperekat (yellow trap) untuk kutu-kutuan dan atraktan Metil Eugenol untuk lalat buah," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Baledono, Mas Prapto menjelaskan, hampir sebagian besar masyarakat di Baledono berprofesi sebagai petani. Baik itu petani cabai, tomat, bawang prei, lobak maupun brokoli dan kubis. 

Kalau dikalkulasikan, ada sekitar 500 lebih petani yang menggantungkan hidupnya dari bercocok tanam sayuran.

"Kurang lebih sekitar 500 petani, dan mereka terus bertahan sampai sekarang demi dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan usahanya," terangnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan dan PT Nestle Indonesia Ajak Lulusan SMA/SMK Magang sampai Siap Kerja

Untuk meningkatkan kompetensi anak muda Kabupaten Pasuruan agar punya daya saing...

Article Image
Peringati Hari Jadi ke 81 Provinsi Jatim, Pemkab Pasuruan Gelar Upacara

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 81, Pemerintah Kabupa...

Article Image
Panen Raya Melimpah, Mangga Alpukat Klonal 21 Kian Laris-Manis Diserbu Warga

Siapa yang tidak kenal dengan Mangga Alpukat, julukan familiar Mangga Klonal 21...

Article Image
Belasan anggota Komisi X DPR RI Berkunjung ke Kabupaten Pasuruan. Bahas Pembangunan Gedung Kesenian Sampai UU Sisdiknas

Komisi X DPR RI berkunjung ke Kabupaten Pasuruan, Jumat (9/10/2026).Kunjungannya...

Article Image
Bupati Rusdi Ucapkan Selamat atas Kepengurusan PWI Pasuruan Raya Periode 2026-2029

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan Raya periode 2026–2029 resm...