Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Syi'iran Bluk Gebluk. Tetap Lestari Dijaga Warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan Ratusan Tahun

Gambar berita
18 Juli 2026 (13:34)
Wisata Budaya
251x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Syi’iran Bluk Gebluk, seni dan tradisi dakwah Islam khas Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan hingga kini masih lestari.

Budaya yang diwariskan turun temurun hingga lebih dari seratus tahun ini terus dilaksanakan secara rutin setiap senin malam, berpindah dari satu desa ke desa lain di Kecamatan Rembang.

Seperti yang terlihat pada senin (13/7/2026) malam, ratusan ibu berkumpul di rumah Ustadz Ahmad, salah satu warga Desa Rembang. Mereka berasal dari perwakilan desa-desa yang ada di Kecamatan Rembang.

Begitu dirasa jumlahnya mencukupi, bluk gebluk pun langsung dimulai. Setiap kelompok menampilkan lantunan syi'ir berbahasa Jawa dan Madura yang diiringi tabuhan ritmis pada bantal hingga menghasilkan suara khas "bluk". Itulah alasan tradisi ini dinamai bluk gebluk.

Ketua PAC Lesbumi MWCNU Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Zainul Arifin mengatakan kegiatan Bluk Gebluk merupakan metode pembelajaran untuk masyarakat awam, dimana dua ulama yang menciptakan tradisi ini, yakni Kiyai Zainal Abidin dan Kyai Abdul Rosid merasa perlu untuk memberikan pembelajaran seputar aqidah, akhlaq dan fiqih dengan cara sederhana.

“Waktu itu di tahun 1923, Kiyai Hamid mendapat mandat dari Kiyai Rosyid untuk menyebar syi’iran versi jawa sampai dikenal masyarakat di tahun 1950,” ungkapnya.

Dulunya, syi’iran bluk gebluk ini dipakai saat acara pernikahan warga setempat. Bahkan, Zainul menjelaskan bahwa ada saksi hidup dari orang pertama di Rembang yang merequest bluk gebluk dalam pernikahan putra-putrinya.

“Namanya Ustadz Saeri, beliau dulu khotib sholat Jumat yang nanggap bluk gebluk di acara pernikahan anaknya,” singkatnya.

Menariknya, meski jumlah warga yang menghadiri bluk gebluk cukup banyak. Namun konsumsi yang warga nikmati tak muluk-muluk, yakni hanya roti dan kerupuk.

Kata Zainul, inilah momen kebersamaan yang sangat indah. Sebab warga lebih mementingkan menjaga sebuah tradisi baik ketimbang mempersoalkan sajian yang dihidangkan.

“Rutinan ini pindah-pindah, konsumsinya juga sederhana, kerupuk atau roti. Tapi warga sudah sangat bahagia karena yang terpenting adalah bisa bersilaturrahmi sekaligus menjaga syi’iran bluk gebluk tetap ada,” tegasnya.

Kini, syi’iran bluk gebluk telah dicatatkan dalam sistem kekayaan intelektual komunal Kementerian Hukum RI dan telah didaftarkan oleh Pemkab Pasuruan, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan.

“Inilah bukti bahwa syi’iran bluk gebluk asli dari Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, “ ungkapnya. (emil)

 



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Raih Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara 2026

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meraih penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara...

Article Image
Jalur Pendakian Gunung Arjuno - Welirang, Ditutup Total

RRI.CO.ID, Pasuruan - Akses jalur pendakian menuju kawasan Gunung Arjuno dan Wel...

Article Image
Jalan-jalan ke Kampung Bebek di Dusun Tawangsari, Kejapanan Kebanjiran. Kewalahan Terima Order Telur Asin untuk MBG

Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dari dulu...

Article Image
RSUD Bangil Jalani Evaluasi Akreditasi, Pemkab Pasuruan Tegaskan Komitmen Peningkatan Layanan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kual...

Article Image
Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda Ingatkan Umat Islam Jangan Tinggalkan Sholat Dalam Situasi Apapun. Termasuk Saat Karnaval Agustusan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda mengingatk...