Siapa yang tidak kenal dengan keelokan panorama dan kesegaran pemandian alam Banyu Biru. Bertempat di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, objek wisata ini memiliki keunikan dan daya pikat tersendiri. Tidak hanya sekedar pemandian saja, melainkan di dalamnya terdapat sumber mata air yang sudah ada di masa kolonial Belanda. Maka tidak mengherankan jika hingga saat ini dikenal sebagai destinasi wisata andalan yang menjadi favorit masyarakat. Baik pengunjung domestik di lingkup wilayah Pasuruan maupun luar kota yang turut menikmati kesejukan suasana disana.
Dengan
keindahan alam dan kesegaran sumber mata airnya, pengunjung dapat melepas
kepenatan setelah disibukkan aktifitas. Menariknya lagi, wisatawan mendapatkan
bonus menikmati biota air yang sangat memanjakan indra penglihatan. Betapa
tidak. Di dalam kolam pemandian alami yang sudah ada sejak jaman Belanda tersebut
hidup ratusan ikan Sengkaring berukuran besar hingga 1 meter. Konon, spesies penghuni
pemandian alam itu dipercayai warga setempat sebagai ikan keramat.
Peninggalan
yang juga tidak kalah menarik dapat dijumpai di sudut areal pemandian, terdapat
beberapa sisa Arca yang teridentifikasi arkeolog Belanda pada tahun 1929
sebagai bagian dari struktur candi. Dari cerita legenda yang banyak beredar di masa lampau, Banyu Biru Adalah patirtaan
(pemandian kuno) yang dulu dikunjungi oleh Hayam Wuruk saat dalam perjalanan ke
Lumajang.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah wisatawan yang plesiran ke Banyu Biru tembus di angka 67.479 orang. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pariwisata terus meningkatkan kualitas sarana prasarana.
Untuk
masuk ke dalam kawasan wisata, pengunjung tinggal membeli tiket masuknya dengan
nominal ramah di kantong. Bagaimana… apakah Anda siap merasakan sensasi
segarnya sejuk segarnya Banyu Biru...? (Eka Maria)