Selain
identik sebagai daerah penghasil Mangga Klonal 21 atau yang lebih populer
dengan sebutan Mangga Alpukat, Kabupaten Pasuruan juga mulai dikenal sebagai
penghasil Mangga Garifta. Dibudidayakan sejak tahun 2017 di Kecamatan Grati,
buah berwarna merah keunguan bercitarasa manis segar tersebut semakin digemari
masyarakat. Sehingga tidaklah mengherankan jika permintaannya kian tinggi dari
waktu ke waktu.
Lalu
bagaimana dengan sebaran pangsa pasarnya? Berdasarkan data dari Dinas ketahanan
Pangan Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, peminatnya tidak hanya
berasal dari lingkup wilayah Jawa Timur saja. Tetapi sudah merambah ke
kota-kota besar di tanah air. Sebut saja ibukota Jakarta, Bali bahkan hingga
dikirim ke Padang.
Hingga
saat ini, lebih dari 1.000 pohon Mangga Garifta yang dibudidayakan di beberapa wilayah.
Khususnya di Kecamatan Grati yang banyak dibudidayakan di Desa Cukurgondang,
Plososari, Kalipang dan Sumberdawesari. Dengan masa panen setiap satu tahun
sekali, setiap pohon buah beraroma wangi segar tersebut mampu menghasilkan
sekitar 30 sampai 50 kilogram.
Lantas
bagaimana dengan penjualannya? Begitu masa panen tiba, para petani yang
tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mangga Garifta mengirimkannya
ke berbagai daerah. Area pemasarannya tidak hanya sebatas di wilayah Pasuruan
saja. Tetapi sampai luar kota, bahkan sudah menjangkau sampai luar pulau. Seperti
Bali dan Sumatera.
Untuk
memperluas pangsa pasar, para petani buah tropis berwarna merah menyala bercitarasa
manis segar tersebut diolah menjadi beberapa produk makanan minuman menggugah
selera. Seperti sirup, puding, keripik dan makanan olahan berbahan Mangga
lainnya. Dengan demikian, para petani mampu mencukupi kebutuhan tingginya
permintaan diluar masa panen. (Eka Maria)