Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

"Mbah Semendi", Cerita Rakyat Kabupaten Pasuruan Tampil di Taman Mini Indonesia Indah

Gambar berita
18 April 2018 (11:28)
Budaya
14592x Dilihat
0 Komentar
admin

Kabupaten Pasuruan kembali mendapat kepercayaan untuk tampil dalam event nasional.

Kali ini adalah Pergelaran Tari Daerah dan Sendratari Cerita “Mbah Sholeh Semendi” yang menjadi tontonan utama dalam perayaan Ulang Tahun Taman Nasional Indonesia Indah (TMII) ke 43, di Anjungan Jawa Timur TMII, Minggu (15/04/2018).

Nurul Hudayati, Kabid Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, untuk membuat sendratari yang “Wow”, pihaknya membawa 45 penari dan 9 pengrawit dari Sanggar Kenari, Beji. Latihannya pun tak tanggung-tanggung, yakni sebanyak 20 kali pertemuan dengan durasi antara 2-5 jam per latihan.

“Semua penari berasal dari pelajar SD, SMP hingga SMA dari pelajar-pelajar di Kabupaten Pasuruan. Kita ingin memaksimalkan kemampuan mereka, supaya ketika pada hari H nya, semuanya tampil all out,” kata Nurul saat ditemui di kantornya, Rabu (18/04/2018).

Dipilihnya “Mbah Semendi” sebagai cerita dalam sendratari yang dilaksanakan oleh Badan Penghubung Daerah Propinsi Jawa Timur di Jakarta ini tak lain sebagai bagian dari promosi dan sekaligus mengenalkan sejarah-sejarah para legenda atau pahlawan yang mensyiarkan Islam di Kabupaten Pasuruan. Kata Nurul, Mbah Semendi adalah ulama yang mengenalkan Islam di daerah Lekok, Winongan dan wilayah lain di Kabupaten Pasuruan, sehingga sangat layak untuk diceritakan dalam sendratari di TMII.

“Sendratari Mbah Semendi ini baru pertama kali kita tampilkan di TMII. Intinya, kita akan terus menggali segala sejarah yang ada di Kabupaten Pasuruan. Seperti cerita Joko Seger dan Roro Anteng dari Tosari yang menjadi ikon kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Agung Mariyono selaku Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan menegaskan, ‘Mbah Sholeh Semendi,’ adalah simbol sifat kharismatik dan suasana kehidupan keagamaan harmoni, selaras, seimbang, yang abad ini makin sulit ditemukan karena terimbas pragmatisme kepentingan sesaat. Lakon ini sebenarnya dapat dimaknai lebih mendalam, dari sekedar cerita-cerita legenda yang bersifat mitos.

“Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok seorang Mbah Semendi. Yakni kesabaran dan ketabahan untuk bisa menanamkan nilai kebaikan ke semua orang. Maka dari itu, kami mengambil cerita Mbah Semendi untuk bisa kami share ke penonton yang menyaksikan di TMII,” beber dia.

Lebih lanjut Agung menambahkan, pemilihan tema dan aktualisasi cerita menjadi penting agar pertunjukan ini lebih berdaya guna sebagai ajang apresiasi seni dan budaya. Lakon ‘Mbah Sholeh Semendi,’ menurutnya sungguh menarik ditampilkan sebagai isu sosial budaya, di tengah model dakwah abad ini yang penuh amuk, kerap menampilkan wajah Islam yang sarkastis.

“Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pesan, salah satunya melalui sendratari. Tinggal menonton, memahami dan menghayati setiap gerakan dan ucapan seluruh pemain, pasti akan mengetahui pesan apa yang dibawanya,” ungkapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...