Pemerintah Kabupaten Pasuruan

DKP3 Kabupaten Pasuruan Intens Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Gambar berita: DKP3 Kabupaten Pasuruan Intens Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Sejak hari pertama Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemeriksaan post mortem pada hewan qurban yang disembelih. 

Pemeriksaan ini melibatkan ratusan petugas yang disebar ke semua wilayah Kabupaten Pasuruan.

Seperti yang terlihat di salah satu masjid di wilayah Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Jumat (29/5/2026) pagi.  Para petugas seperti  tenaga dokter hewan, paramedis kesehatan hewan dan petugas peternakan mengecek kondisi karkas dan organ-organ internal seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa, serta kelenjar limfoid.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi menjelaskan pemeriksaan post mortem dilakukan di beberapa tempat. Diantaranya pemotongan hewan (RPH), hingga tempat pemotongan sementara di masjid-masjid, musala, pondok pesantren dan tempat lainnya. 

Untuk jumlah hewan qurban yang telah disembelih hingga kamis (28/5/2026) sore, tercatat ada 860 ekor sapi, 3356 kambing serta 885 domba. Ribuan ternak tersebut berasal dari 362 lokasi se-Kabupaten Pasuruan.

"Kami berkeliling secara sampling ke beberapa wilayah kecamatan. Ada yang ke masjid, musholla, ponpes dan lainnya," terangnya. 

Selama pemeriksaan, petugas DKP3 Kabupaten Pasuruan melibatkan 92 juru sembelih halal (Juleha) bersertifikat dan 1180 juleha yang belum bersertifikat. 

Kata Syaifi, dengan pemeriksaan post mortem ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan pangan hasil kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

"Karena memastikan daging yang nanti dikonsumsi betul-betul aman dari banyak hal, termasuk penyakit menular, cacing hati dan lainnya," tegasnya.

Saat ditanya seputar hasil dari pemeriksaan post mortem, petugas sempat menemukan adanya cacing hati atau fasciola hepatica pada sapi. Temuan itu ada di Kecamatan Rejoso dan Pandaan, dengan masing-masing satu ekor sapi.

Adapun temuan cacing hati  didapati pada organ hati hewan kurban sapi. Masing-masing 3-4 cacing pada organ hati.

"Saat ditemukan ada cacing hati, organ tersebut tidak layak dikonsumsi sehingga wajib dibuang," beber Syaifi. 

Walau begitu, DKP3 Kabupaten Pasuruan menyebut, cacing hati pada hewan yang disembelih untuk qurban merupakan hal yang wajar. Paling banyak dijumpai pada hewan ternak sapi, sedangkan untuk kambing dan domba tidak ada.

Oleh sebab itu, Syaifi mengimbau agar para peternak dapat meminumkan obat cacing, minimal 4 atau 6 bulan sekali.

"Ditemukan cacing hati biasanya pada saat sapinya masih hidup, tidak pernah minum obat cacing. Harusnya minimal enam bulan sekali minum obat cacing," terangnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...

Article Image
Pembangunan Pintu Pengendali Air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Winongan Rampung 100%

Pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Win...

Article Image
Puncak Hari Santri Nasional, Ribuan Masyarakat Kabupaten Pasuruan Diajak Bersholawat bersama Habib Bidin dan Majelis Az Zahir

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2026, Pemerintah Kabupaten...