Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

1993-2008, Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pasuruan Mencapai 1767 Kasus

Gambar berita
03 Desember 2018 (13:54)
Umum
7127x Dilihat
0 Komentar
admin

Mulai tahun 1993 sampai 2018, jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pasuruan mencapai 1767 kasus.  Sedangkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, kasus temuan HIV/AIDS berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pasuruan mengalami naik turun.

Agus Eko  Iswahyudi, Kabid P2P (Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengatakan, untuk tahun 2014, jumlah temuan kasus HIV/AIDS mencapai 165 temuan dan pada tahun 2015 turun menjadi 100 temuan. Jumlah tersebut kemudian naik pada tahun 2016 sebanyak 145 temuan, dan naik terus sebanyak 265 temuan pada tahun 2017 dan naik lagi menjadi 283 temuan pada tahun 2018.

“Kalau sudah ditemukan, berarti sudah dinyatakan positif HIV. Banyak sekali yang kita tes HIV/AIDS, tapi yang positif itulah yang dalam artian ditemukan, dan jumlah yang positif lebih sedikit dari yang hasilnya negative,” kata Agus di sela-sela kesibukannya, Senin (03/12/2018).

Agus lantas mencontohkan, mulai januari-desember, jumlah orang yang dites HIV sebanyak 14.392 orang. Dari jumlah tersebut, yang dinyatakan HIV Positif sebanyak 283 orang alias 2% dari total yang telah dites HIV, sedangkan sisanya 98% dinyatakan negative. Kebanyakan mereka-mereka yang dinyatakan positif HIV adalah usia produktif antara 25-49 tahun dengan prosentase mencapai 81%, sementara 9% mengenai balita di bawah 4 tahun, 6% terjadi pada orang dengan usia 20-24 tahun, 3% pada usia di atas 50 tahun, dan 1% terjadi pada remaja berusia 15-19 tahun. 

“Kebanyakan menimpa perempuan dengan prosentase sebanyak 59% dan laki-laki  justru di bawahnya, yakni 41%.   Dari golongan perempuan, lebih banyak menimpa WPS (Wanita Pekerja Seks) dan laki-laki menimpa pada komunitas LSL (Laki-laki suka laki-laki),” tandasnya.

Khusus untuk tahun ini, estimasi jumlah populasi rawan tertular HIV di Kabupaten Pasuruan justru berbeda dengan mereka yang mengidap HIV/AIDS. Ibu Hamil (Bumil) justru menempati posisi tertinggi sebagai status rawan tertular HIV, yakni mencapai 26.750 orang, disusul pasien Tubercolosis dengan estimasi mencapai 4728 orang, LSL mencapai 3546 orang, WPS sebanyak 562 orang, WBP (warga binaan pemasyarakatan) sebanyak 451 orang dan waria dengan estimasi mencapai 138 orang. Kata Agus, berbagai langkah terus dilakukan untuk mengantisipasi maupun memberikan pelayanan kepada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), diantaranya penyuluhan secara dini kepada pelajar SMP/SMA melalui pembentukan Pijar Sahid (Putra-putri pelajar sadar HIV/AIDS) sebagai bagian dari langkah destigmasnisasi, lomba karikatur dan poster tentang HIV/AIDS, pembentukan WPA (warga peduli HIV/AIDS), Pemetaan WPS secara langsung, pemeriksaan VCT di Rutan dan wilayah populasi kunci, pelatihan CT-Clinik,  kunjungan rumah (LFU) hingga pelayanan pengobatan ARV (anti retro birus) kepada seluruh penderita HIV/AIDS.

“Khusus penderita HIV/AIDS harus mengkonsumsi ARV seumur hidup secara tepat waktu untuk bisa menekan jumah virus di tubuhnya. Kita juga berusaha mempercepat temuan dini untuk segera mendapatkan pengobatan ARV sehingga penularan bisa terkendali," ucapnya kepada Suara Pasuruan.

Oleh karenanya, demi dapat terhindar dari penyakit mematikan tersebut, Agus mengajak masyarakat untuk menjauhi hal-hal yang bisa beresiko terkena penyakit AIDS, seperti menghindari free sex (seks bebas sebelum menikah), menggunakan jarum suntik bekas dan kegiatan lainnya. Namun, jika sudah terlanjur terkena AIDS, Agus meminta masyarakat segera berobat ke pelayanan kesehatan terdekat.

"Kalau dulu hanya bisa mendapatkan obat ARV di Rumah Sakit, sekarang bisa mendapatkannya di Puskesmas. Dan obat ARV harus diminum setiap hari seumur hidup, jangan sampai DO (Dropout) karena virus HIV/AIDS akan terus tumbuh dan menyebar,” tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...

Article Image
Wabup Gus Shobih Buka Liga Sepak Bola Piala Bupati Pasuruan Antar Pelajar SMP Sederajat

Momen Piala Dunia 2026 sepertinya memotivasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pasuruan Digembleng Militer

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Ne...