Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

2 Desa Penghasil Kopi di Kabupaten Pasuruan Terima Bantuan Alat Roasting dan Peracik

Gambar berita
22 November 2021 (14:58)
Ekonomi
3470x Dilihat
0 Komentar
admin

Di Kabupaten Pasuruan, tercatat ada 8 kecamatan penghasil kopi terbaik.

Dari 8 kecamatan tersebut, dua desa di Kecamatan Tutur akan mendapatkan bantuan untuk peningkatan kwalitas kopi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery mengatakan, dua desa yang mendapatkan bantuan yakni Desa Tutur dan Kalipucang, Kecamatan Tutur.

Sedangkan besaran bantuan yang diterima adalah Rp 200 juta yang berasal dari DAK (dana alokasi khusus) pusat. Anggaran tersebut diperuntukan untuk alat peracikan kopi, mulai dari roasting hingga alat pengemasan.

“Kita terima bantuan dari Pusat sebesar Rp 200 juta untuk dua desa di Kecamatan Tutur. Bantuan ini untuk peningkatan kwalitas kopi,” kata Diano, di sela-sela kesibukannya, Senin (22/11/2021).

Dijelaskannya, saat ini pihaknya tengah fokus untuk meningkatkan kwalitas kopi.  Sehingga ditargetkan, bantuan yang dirupakan “alat” bisa membuat kopi yang harganya murah, bisa menjadi kopi yang berlevel. Dalam artian, apabila dibanding yang lain, Kapiten Pasuruan memang sama – sama kopi, namun cita rasa dan harganya bisa berbeda.

“Sama – sama kopi itu ada yang harganya Rp 2 ribu. Tetapi di caffe-caffe itu bisa Rp 40 ribu, dari sini kan ada nilai lebihnya,” jelasnya.

Hanya saja, bantuan tersebut tidak diberikan pada tahun ini, melainkan di tahun 2022 mendatang. Kata Diano, bantuan tersebut merupakan usulan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf yang telah disetujui oleh Pemerintah Pusat.

“Alhamdulillah sesuai usulan pak bupati, tahun depan kami mendapatkan dana DAP untuk program peningkatan kwalitas kopi,” singkatnya.

Ia berharap dengan anggaran tersebut, bisa meningkatkan kwalitas kopi. Selain itu, yang menjadi pertimbangan kopi bisa mahal di tempat – tempat tertentu, tak lain dari sisi kenyamanan.

“Kenapa bisa naik nilai di caffe- caffe tertentu ini kan yang dijual adalah kenyamanan. Nah ini yang nanti kami cari juga formulasinya,” jelasnya.

Lebih lanjut Diano menegaskan bahwa dipilihnya dua desa tersebut karena merupakan penghasil kopi. Arahnya adalah bagaimana bukan hanya membuat kopi instant saja, melainkan kopi special.

“Jadi dengan itu nanti arahnya bukan hanya kopi instan saja, tetapi juga kopi yang spesial,” jelasnya.(emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...