Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

2019, Usulkan 100 Kuota Sertifikat Tanah Nelayan

Gambar berita
07 Desember 2018 (08:33)
Pelayanan Publik
4015x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan terus membantu nelayan agar segera dapat memiliki sertifikat tanah pribadi .
Tahun 2019 mendatang, Dinas Perikanan kembali mengusulkan ada 100 kuota nelayan yang mendapatkan program Sertifikasi Hak Atas Tanah Nelayan (Sehat). Kuota ini tetap akan dipusatkan di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton.
Alamsyah Supriadi, Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan menjelaskan, program Sehat ini sudah ada sejak tahun 2008 lalu, dimana tercatat sudah ada ratusan rumah milik nelayan yang dibantu sertifikasi.

“Kebanyakan nelayan di pesisir kepemilikan tanah dan rumah biasanya turun-temurun. Sehingga mereka tidak memiliki bukti kepemilikan,” kata Alamsyah saat ditemui di kantornya, Selasa (04/12/2018).

Dari data Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan pada 2008-2009, setidaknya ada 98 bidang tanah untuk nelayan di Nguling dan Lekok, 2010- 2011 ada 111 tanah di Lekok, Nguling dan Kraton, 2011-2012 ada 132 untuk nelayan di Nguling, 2014 ada 100 di Kraton, 2015 ada 200 untuk nelayan di Nguling. Untuk tahun 2016 diberkan 200 sertifikat tanah untuk nelayan di Lekok. Tahun 2017 sebanyak 100 kuota di Desa kalirejo, Kraton dan tahun 2018 ada sebanyak 163 bidang tetap di Desa Kalirejo, Kraton.

Untuk tahun 2019 mendatang, Dinas Perikanan sudah mengusulkan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 100 kuota tahun depan. Untuk lokasi tetap diperuntukkan nelayan di Desa kalirejo, Kecamatan Kraton.
Alamsyah mengatakan di tahun 2018 ini, 163 kuota nelayan juga dipusatkan di Desa Kalirejo, Kraton.

“Sehingga tahun depan rencananya tetap kita lanjutkan di Desa Kalirejo, sehingga sampai semua nelayan disana tuntas mendapatkan sertifikasi nelayan,” jelasnya.

Lebih lanjut Alamsyah menegaskan, untuk Sehat memang lebih enak difokuskan di satu tempat. Ini agar koordinasi dan administrasi akan lebih mudah jika di satu wilayah. 

“Setelah nelayan mempunyai sertifikasi tanah nelayan. Maka sertifikat ini nantinya diharapkan bisa menjadi jaminan ke perbankan untuk akses pemodalan,” jelasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Hadiri RAT ke-25, Bupati Rusdi Buka Peluang Kolaborasi Pemda dengan BMT-UGT Nusantara

BMT-UGT Nusantara resmi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 se...

Article Image
Penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025. Mas Rusdi : Pertumbuhan Ekonomi, IPM, Umur Harapan Hidup Sampai Komponen Pendidikan, Meningkat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaba...

Article Image
Danrem Kohir dan Gus Shobih Resmikan Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda di Lumbang

Komandan Korem (Danrem) 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir bersama Wakil Bupa...

Article Image
Halal Bihalal dengan Ribuan ASN. Bupati Rusdi : Jadikan Idul Fitri Momen Mereset Perilaku dan Kinerja Jadi Makin Baik

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel bersama dan Halal Bihalal Idul Fitr...

Article Image
Desa Tambaklekok 29 Tahun Lestarikan Ski Lot Jadi Agenda Wajib di Hari Ketujuh Lebaran

Ski Lot, tradisi masyarakat Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasurua...