Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

3 Tahun Terakhir, Jumlah Kasus DBD di Kabupaten Pasuruan Terus Menurun

Gambar berita
30 Maret 2018 (10:31)
Kesehatan
3907x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan menegaskan, grafik jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam 3 tahun terakhir, mengalami penurunan.

Agus Eko Iswahyudi, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan mengatakan, mulai tahun 2016, jumlah kasus DBD terus turun dari 764 kasus menjadi 317 kasus pada tahun 2017. Itu artinya lebih dari 50% penurunan kasus DBD di semua wilayah se-Kabupaten Pasuruan.

“Tahun 2016 itu adalah puncak tinggi-tingginya kasus DBD, karena naiknya cukup banyak dari 686 kasus  di tahun 2015. Kalau naik berarti ada banyak PR yang harus segera diselesaikan, agar di tahun berikutnya tidak terus meningkat,” kata Agus saat dihubungi via telepon, Jumat (30/03/2018).

Penurunan jumlah kasus DBD juga diikuti menurunnya jumlah warga yang meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut. Kata Agus, untuk tahun 2015, jumlah warga yang meninggal mencapai 28 orang, sedangkan di tahun 2016 menurun menjadi 27 orang, dan turun lagi pada tahun 2017 menjadi 13 warga, dan terhitung Januari-Maret 2018, belum ada laporan warga yang meninggal akibat DBD.

“Kalau untuk 3 bulan terakhir, kasus suspect DBD tercatat hanya 23 temuan. Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yang mencapai 50 kasus. Kami ikut bahagia, karena banyak sekali program dan kegiatan untuk bisa memerangi peredaran nyamuk aedes aegypty ini,” terangnya.

Kegiatan yang dimaksud adalah gerakan Gemas Darling alias gerakan masyarakat sadar lingkungan yang tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dengan langkah pembarantasan sarang-sarang nyamuk.

“Kami memberlakukan satu rumah satu kader jumantik atau juru pemantau jentik.  Artinya, dalam setiap rumah, ada satu kader yang menjadi jumantik atau juru pemantau jentik. Dampaknya cukup besar, terbukti dengan menurunnya kasus DBD,” sambung dia. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...

Article Image
Resmikan Rizqy Sport Center. Mas Rusdi Acungi Jempol Masyarakat Bantu Pemerintah Majukan Perolahragaan di Daerah

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meresmikan Rizqy Sport Center, Sabtu (4/4/2026).Pe...

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...

Article Image
Keberhasilan Pemkab Pasuruan Terapkan Manajemen Talenta Pertama di Jatim, Ditiru dan Diikuti Banyak Daerah

Langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan metode manajemen talenta dalam...

Article Image
Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih

Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan c...