Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Ada Longsor di Tosari. Pemkab Pasuruan Himbau Masyarakat Waspadai Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Gambar berita: Ada Longsor di Tosari. Pemkab Pasuruan Himbau Masyarakat Waspadai Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menghimbau masyarakat, khususnya warga di lereng pegunungan untuk waspada potensi tanah longsor saat musim pancaroba seperti sekarang.

Himbauan tersebut disampaikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melalui Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris.

Menurutnya, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai hujan deras disertai angin kencang yang bisa berpotensi longsor.

Sebagai buktinya, tanah longsor kembali terjadi di Tosari, Jumat (07/10/2022) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Longsor tersebut mengenai rumah Nanang Chosim (47), warga RT 002 RW 005 Dusun Kertoanom, Desa Tosari, Kecamatan Tosari.

"Tadi pagi longsor kembali terjadi. Kali ini menimpa rumah Nanang Chosim (47), warga RT 002 RW 005 Dusun Kertoanom, Desa Tosari, Kecamatan Tosari," kata Harris melalui sambungan selulernya.

Dijelaskannya, sehari sebelum kejadian, hujan deras disertai angin kencang berlangsung selama dua jam. Keesokan pagi, tiba-tiba tanag longsor dan mengenai tembok samping rumah Nanang hingga jebol. Sehingga tumpukan longsoran pun sampai memasuki kediamannya.

Selang waktu satu jam kemudian, warga berbondong-bondong membantu mengeluarkan longsoran dari dalam rumah.

"Warga Tosari ini guyubnya bukan main. Ada apa-apa langsung gotong royong. Seperti kejadian pagi ini, begitu ada tanah longsor langsung bahu membahu membersihkan sekaligus mengeluarkan longsoran dari rumah Pak Nanang," tegas Harris.

Beruntung, meski menimpa rumah warga, namun tanah longsor ini tak menyebabkan korban jiwa. Harris pun mengajak warga untuk tetap waspada sekaligus berhati-hati saat hujan turun dengan derasnya plus angin kencang.

Bagi masyarakat di dataran rendah juga dihimbau untuk bergotong royong membersihkan saluran air yang tersumbat, serta tak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat biopori atau lubang-lubang air hingga saluran air yang ada di sekitar lingkungannya.

"Karena ini musim pancaroba, cuaca akan berubah secara tiba-tiba, jadi ada ketidak pastian cuaca, warga diminta untuk dapat melakukan antisipasi dini terkait rumah yang kontruksinya kurang baik, diperbaiki. Saluran air lingkungan segera dinormalisasi, terutama di daerah pegunungan, karena retakan tanah sangat memungkinkan untuk terjadi longsor. Yang ada di dataran rendah, aliran airnya harus dinormalkan. Jangan buang sampah sembarangan," himbaunya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...

Article Image
Pembangunan Pintu Pengendali Air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Winongan Rampung 100%

Pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Win...

Article Image
Puncak Hari Santri Nasional, Ribuan Masyarakat Kabupaten Pasuruan Diajak Bersholawat bersama Habib Bidin dan Majelis Az Zahir

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2026, Pemerintah Kabupaten...