Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Antisipasi Peningkatan Kasus dan Penyebaran DBD, Pemkab Pasuruan Luncurkan Program GERAM SIKAT NYAMUK P-G1R1J

Gambar berita: Antisipasi Peningkatan Kasus dan Penyebaran DBD, Pemkab Pasuruan Luncurkan Program GERAM SIKAT NYAMUK P-G1R1J

Untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus dan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berinovasi dengan meluncurkan program GERAM SIKAT NYAMUK P-G1R1J (Gerakan Bersama Masyarakat, Siswa-Santri dan Karyawan Anti Nyamuk Aedes Agypti dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik). Tujuannya sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular DBD dengan meningkatkan kinerja pengendalian vektor nyamuk DBD.

Bertempat di Graha Bina Praja, Gedung Serba Guna Kabupaten Pasuruan, Kamis (7/6/2018), launching program dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji yang diawali dengan paparan oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr. Agung Basuki tentang kondisi DBD di Kabupaten Pasuruan. Berikut penjelasan tentang kegiatan pencegahan dan pengendalian DBD di Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari yang disampaikan  Kepala Pondok Pesantren Ngalah, M. Abdul Ghofur.

“Kami bangga dengan berjalannya program Geram Sikat Nyamuk P-G1R1J ini. Agar bisa terlaksana dengan baik, maka kegiatan pemberdayaan masyarakat dan juga pondok pesantren dalam mengupayakan penurunan kasus DBD di wilayah Kabupaten Pasuruan”, tuturnya.

Dalam kegiatan sosialisasi serta penggalangan komitmen terhadap pencegahan penyebaran DBD yang melibatkan banyak stakeholder tersebut, Kabid Pencegahan dan pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Agus Eko Iswahyudi memberikan dukungan kepada PP GEDAR dan Korwil GEDAR. Ditambahkan Kasi  Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan  Kabupaten Pasuruan, dr. Rahmat Aprillah,  inovasi ini didorong atas pentingnya upaya menekan peningkatan jumlah kasus DBD dan mencegah timbulnya kematian akibat DBD, termasuk untuk mempersempit jumlah wilayah desa endemis.

“Ada empat karakteristik program inovasi ini, yaitu pengembangan konsep kolaborasi, peningkatan dukungan stake holder, adopsi kearifan lokal, implementasi konsep pemberdayaan masyarakat dan pengembangan aplikasi pelaporan kegiatan berbasis internet. Kami juga menggelar lomba poster GEMAS DARLING dan kegiatan inovasi di 24 wilayah Puskesmas. Penyaji poster terfavorit adalah Puskesmas Rembang dengan tema “Waria Pake Legging” (Warga Ceria Tanpa Kena Lagi Asap Foging), yaitu program pemberantasan DBD dengan mengedepankan program PSN 4M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang dan memantau jentik) dan meminimalkan penggunaan asap foging”, urainya. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Nikmatnya Kupang Kraton. Kuliner Legendaris Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan selain dikenal daerah industri dan religius, juga terkenal ak...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Capai Target Universal Coverage Jamsostek 2026

BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan berupaya keras untuk mewujudkan universal coverage...

Article Image
Mangga Putar Pasuruan Juara National Manggo Contest 2026

Siapa sangka, mangga klonal 21 atau yang populer kita sebut dengan Mangga Putar...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bantu Pembangunan Pasar Kepulungan Pasca Kebakaran

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ak...

Article Image
Gus Shobih Resmikan Program Sekolah Lestari di SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pas...