Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Bangkitkan Olahraga Tradisional, FORMI Kabupaten Pasuruan Gelar Pasuruan Oltrad Competition 2017

Gambar berita
10 September 2017 (18:43)
Olahraga
3903x Dilihat
0 Komentar
admin

Demi dapat menggairahkan olahraga tradisional (oltrad) seperti dagongan, egrang dan lainnya, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Pasuruan menggelar Pasuruan Oltrad Competition 2017 di Lapangan Nguling, Kecamatan Nguling, Minggu (10/09/2017).

Perlombaan tersebut dibuka langsung oleh Ketua FORMI Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf, dan disaksikan Kepala Dinas Pendidikan, Iswahyudi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Syaifudin Ahmad, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Abdul Munif, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jatim untuk Kota dan Kabupaten Pasuruan, Ny Indah Yudiani, dan undangan lainnya.

Dari pantauan di lapangan, jalannya perlombaan berlangsung sangat meriah. Ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari staf Kecamatan, UPT Dinas Pendidikan, hingga masyarakat umum, bersaing untuk dapat meraih juara dalam perlombaan tersebut.

“Jauh-jauh dari Prigen harus menang, karena kita ingin membuktikan bahwa meskipun di daerah pegunungan, tapi kita bisa menaklukkan semua cabang perlombaan,” ungkap Husni (37), salah seorang peserta egrang.

Terbukti, grup Husni menjadi pemenang alias Juara I dalam Lomba Egrang berkelompok, diikuti grup egrang dari Kecamatan Purwodadi dan UPTD Lumbang.

Sementara itu, Lulis menegaskan bahwasanya Pasuruan Oltrad ini merupakan wadah untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang sudah mulai tergerus oleh zaman.

“Banyak sekali permainan tradisional pas jaman saya kecil dulu, seperti egrang, dagongan, kelompen raksasa dan sejenisnya. Maka dari itu kita gelar perlombaan ini supaya kenangan masyarakat akan masa kecilnya yang indah, terulang lagi. Dan ini merupakan bentuk melestarikan dolanan tradisional. Tujuannya, agar permainan tradisional ini tetap terjaga sampai kapan pun, dan tidak hilang karena zaman,” kata Lulis dalam sambutannya.

Oleh karenanya, Lulis, sapaan akrabnya, menambahkan, dalam ajang ini, pihaknya juga mengundang generasi muda. Ia melibatkan anak-anak muda dan para orang tua. Harapannya, kombinasi ini bisa menjadi selaras. Sebagai generasi tua, bisa memberikan contoh yang baik bagaimana memainkan permainan tradisional ini ke generasi muda.

“Luar biasa, sampai saya terharu karena ada beberapa peserta yang sampai luka di tangannya demi dapat menjadi juara. Pokoknya terima kasih untuk partisipasi semua peserta dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, selain itu, pihaknya juga ingin mengolahragakan masyarakat, dan memasyarakatkan olahraga sesuai dengan visi dan misi FORMI. Artinya, kegiatan ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang kurang senang dengan olahraga berat, semisal lari, voli dan jenis olahraga lainnya.

 

“Permainan tradisional ini kan juga termasuk unsur olahraga. Selain melestarikan budaya, kita yang memainkan pun juga akan merasakan olahraga. Karena, untuk memainkannya dibutuhkan tenaga,” papar dia.

Lulis, berjanji, ke depan, pihaknya akan melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini. Ia mengaku. Akan mengkampanyekan jenis olahraga ringan yang masuk dalam naungan FORMI. Bahkan, ia pun berencana akan selalu hadir dalam kegiatan-kegiatan di Kabupaten Pasuruan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk olahraga. Karena, prinsip dasarnya, di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran yang sehat pula. Kami akan selalu mengkampanyekan olahraga, agar badan dan pikiran tetap sehat,” tandasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...