Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

BANYAK HOAX DI MEDSOS, MASYARAKAT JANGAN MUDAH PERCAYA

Gambar berita
24 Maret 2017 (10:28)
Pelayanan Publik
4650x Dilihat
0 Komentar
admin

Polda Jatim menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai info yang viral di media sosial. Hal ini karena kabar tersebut seringkali tidak benar (hoax) sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pernyataan ini disampaikan Kombes Pol Frans Barung Mangera Kepala Bidang Humas Polda Jatim, merespon maraknya peredaran hoax yang digulirkan di media sosial.   

Diantara hoax yang akhir-akhir ini ramai di media sosial adalah isu tentang penculikan anak yang kemudian hendak diambil organ dalamnya. Untuk itu, ia meminta masyarakat harus tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait isu tersebut.

“Banyak sekali kabar, mulai dari maraknya penculikan anak, termasuk di Jawa Timur. Ada juga info penculikan anak di Madura. Kabar itu sama sekali tidak benar. Kapolda menegaskan bahwa isu yang tersebar di medsos itu hoax. Bahkan Kapolri pun turut angkat bicara", jelasnya.

Menanggapi isu penculikan yang memakan korban di Madura, dia menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, orang yang diduga akan melakukan penculikan adalah orang gila. Sedangkan satu lainnya adalah penjual meteran listrik.

Menurutnya, ramainya informasi viral lewat medsos menjadi merupakan bukti semakin masyarakat terprovokasi semakin terbentuk opini-opini yang seakan-akan menyatakan bahwa isu tersebut benar. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu-isu tersebut.

Barung juga meminta media massa untuk berperan aktif dalam menyebarkan dan memberikan informasi yang benar serta menyejukkan bagi masyarakat. Ia berharap, dengan pemberitaan media yang positif, masyarakat tidak akan mudah terprovokasi dan terpancing serta tidak termakan isu hoax.

"Sudah kita selidiki sampai ke keluarganya. Ini karena masyarakat terproteksi dengan sangat luar biasa terbentuk opininya. Karena inilah yang diinginkan oleh penyebar isu itu. Sehingga yang terjadi adalah keinginannya sudah terjadi, seperti main hakim sendiri yang ada di Madura", tandasnya. (Eka Maria)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...