Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Batik Sarono Raharjo, Perpaduan Pesona Keindahan Desain dan Pewarnaan Alam

Gambar berita
08 Agustus 2018 (11:00)
Budaya
3213x Dilihat
0 Komentar
admin

Anggun, eksotis dan elegan. Setidaknya tiga kata itulah yang terucap dari para pecinta batik pada saat melihat batik Sarono Raharjo dari Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan untuk kali pertama. Bermotif buah, bunga serta tangkai buah Matoa yang menghiasi setiap lembar kain, menjadikannya sebagai karya indah, siap memikat siapapun yang memandangnya.         

Dalam beberapa tahun terakhir, kepopuleran batik Sarono Raharjo, batik asli dari Kabupaten Pasuruan terus bergaung seantero negeri. Dengan memanfaatkan potensi buah Matoa sebagai objek motif dan bahan utama pewarnaan kain, keunikan batik ini semakin mendapat pengakuan dari masyarakat luas. Tidak hanya pecinta batik di tanah air saja, melainkan juga banyak diminati oleh masyarakat internasional. Sebut saja pemesan dari Singapura, Korea, Amerika dan Italia yang selama ini menjadi pelanggan setianya.           

Pengrajin batik yang membidani lahirnya batik Sarono Raharjo, Ferry Sugeng Santoso menuturkan, kekhasan batik lebih pada detil desain dan teknik pewarnaannya. Sehingga tak mengherankan jika dari hari ke hari, semakin banyak pecinta batik yang kesengsem. Tak terkecuali berhasil memikat dewan juri di perhelatan Lomba Batik Dengan Pewarna Alam Tingkat Nasional Tahun 2018 yang diadakan di Balai Besar Batik, Yogyakarta pada tanggal 17-19 Juli 2018.

“Alhamdulillah, batik Sarono Raharjo terunggul karena dinilai punya original motif yang khas dan dari segi inovasinya yaitu dari tata desain juga teknik pengerjaannya yang menggunakan pewarna alam. Kami manfaatkan kulit kayu Matoa, Tingi, Sono Keling, Sono Kembang, Mahoni dan Jolawe serta daun tanaman Indigo Vera Tingtoria juga buah Biksi Orelana. Semuanya menggunakan bahan-bahan alami untuk mewarnai secarik kain batik yang kami kerjakan selama tiga hari, sesuai waktu yang diberikan tim juri”, ceritanya kepada Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan dengan ekspresi berbinar-binar.

Harapannya, batik kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan hasil kreasinya tersebut dapat diekspor sebagai kelanjutan dari networking konsumen dari mancanegara yang selama ini sudah mulai dikuasainya. Untuk mempersiapkannya, Ferry mulai menyicilnya dengan menyiapkan SDM handal yang siap diajaknya bereksplorasi tiada henti, menghasilkan karya-karya terbaik selanjutnya. 

Ia optimis, karyanya yang terinspirasi dari manisnya rasa dan penampilan buah Matoa itu mampu menjadi batik terbaik di tanah air. Tentunya dengan modal awal yang selalu ditekannya kepada karyawan-karyawannya agar tidak mengejar profit terlebih dulu. Sebaliknya lebih pada karya apa yang bisa dihasilkan untuk masyarakat. Dengan demikian secara otomatis akan mendatangkan profit dengan sendirinya tanpa perlu bersusah-susah mencarinya. Cukup mempersembahkan sumbangsih terkeren yang diciptakan dari hati.  

Lalu bagaimana dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan? Selain memfasilitasinya melalui event pameran dan ajang kompetisi batik yang sering digelar, aktivitas mematenkan Kecamatan Sukorejo sebagai City of Matoa intens dilakukan. Siap mendukung kemajuan sentra batik Sarono Raharjo dengan menyediakan bahan baku alaminya melalui penanaman lebih dari 25 ribu bibit yang tersebar di semua Desa se-Kecamatan Sukorejo.

<p justify;"="" style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-size: 14px; font-family: Roboto, sans-serif;">Pun demikian dengan memperluas jejaring dengan pemerhati batik dari Malaysia dan Korea yang sebelumnya pernah belajar membatik di sanggar milik Ferry. Termasuk mem-branding segala macam produk dari buah Matoa, mulai dari minuman, sari Matoa, brownies Matoa sampai kue-kue kering dari Matoa. Adakah diantara Anda yang berminat beranjangsana ke kampung batik bermotif Matoa? (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...