Sebagai garda terdepan pelayanan umum, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Kabupaten Pasuruan berkewajiban memaksimalkan kinerja. Hal itu diutarakan oleh Mas Rusdi, demikian biasanya Bupati Pasuruan disapa.
Maka dari itu, setiap karyawan/karyawati instansi yang menjadi tulang punggung mobilitas dan aktivitas masyarakat tersebut harus benar-benar memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing. Tentunya dibarengi dengan senantiasa membudayakan kerja cerdas dengan hasil terukur.
“Sekarang ini eranya keterbukaan publik. Jadi kita semuanya harus lebih memaksimalkan tugas dengan sungguh-sungguh. Terlebih, tantangannya juga sangat luar biasa. Terutama dari masih banyaknya infrastruktur yang harus dibangun. Ditambah lagi dengan pemotongan dana transfer dari Pemerintah Pusat ke daerah sebesar 330 Milyar,” katanya pada hari Jumat (17/10/2025) sore.
Dalam arahannya, Kepala Daerah kembali menekankan tentang peran vital DBMBK dalam menyediakan dan memelihara infrastruktur jalan yang menjadi tulang punggung mobilitas dan aktivitas masyarakat. Oleh karenanya, dibutuhkan kekompakan dari setiap Sumber Daya Manusia (SDM) dalam membangun lingkungan kerja yang saling berkolaborasi dan saling memiliki diantara para anggota tim.
“Tantangan perawatan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Pasuruan luar biasa. Misalnya karena faktor truk ODOL, Over Dimension Over Loading dengan muatan melebihi batas yang membuat jalan mudah cepat rusak. Kalau pakai sistem tender harus benar-benar dipastikan untuk menjamin kualitas pekerjaan,” tandasnya.
Di sisi lain, Mas Bupati Rusdi berpesan agar DBMBK meningkatkan kerjasama lebih intens dengan Perangkat Daerah terkait lainnya untuk melakukan pengawasan. Misalnya, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
“Ketika kondisi jalan mutunya bagus, maka pembangunan lebih maksimal. Multiplier effect-nya juga berdampak pada peningkatan perekonomian. Mari berkerja dan fokus memberikan pelayanan terbaik, hormati profesi dan pekerjaan Panjenengan. Karena setiap pekerjaan dinilai pertanggungjawabannya. Harus saling melengkapi, membantu dan melindungi. Perbedaan pendapat itu hal biasa, bisa diselesaikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas BMBK Kabupaten Pasuruan, Sarinah Rostief menyampaian, digelarnya Bimtek bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dimana setiap ASN dituntut untuk memiliki sistem akuntabilitas kinerja yang efektif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meningkatkan kapasitas SDM di lingkungan DBMBK dalam memahami dan menerapkan sistem akuntabilitas kinerja secara menyeluruh adalah targetnya. Baik dari tahapan perencanaan kinerja, pengukuran, pelaporan, evaluasi hingga tindaklanjut program kegiatan.
“Kami berharap, Bimtek ini dapat meningkatkan pemahaman tentang kebijakan dan konsep dasar sistem akuntabilitas kinerja individu masing-masing ASN. Juga kemampuan dalam menyusun rencana kinerja yang terukur dan relevan,” imbuhnya.
Dilaksanakan selama dua hari (17-18 Oktober 2025), kegiatan diadakan di K-Gallery Hotel, Durensewu Pandaan. Total ada 84 orang yang mengikutinya sedari awal hingga akhir acara. Komposisinya, 5 orang Pejabat Struktural dan 8 orang Pejabat Fungsional. Termasuk mengikutsertakan 71 orang staf Administrasi dan Teknis dari berbagai bidang di lingkungan DBMBK Kabupaten Pasuruan. (Eka Maria)
Komentar