Sore
tadi, Sabtu (17/5/2025), Bromo KOM 2025 yang diikuti oleh ribuan pembalap
sepeda dari 19 negara tersebut sukses digelar. Dijadikan sebagai titik pemberhentian
terakhir, Pendopo Agung Wonokitri, Kecamatan Tosari menjadi magnet tersendiri
bagi seluruh partisipan dalam menampilkan kecepatan performa terbaiknya hingga
menyentuh garis finish.
Lebih
dari seribu peserta berhasil menuntaskan perjalanannya sejauh 94,5 kilometer.
Diawali dari Mapolda Jawa Timur, Kota Surabaya menuju pitstop pertama yakni di
GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan. Selanjutnya memulai balapan pada saat
memasuki Kabupaten Pasuruan dengan titik pemberangkatan di wilayah Kecamatan
Pasrepan.
Sepanjang
jarak tempuh sejauh 25 kilometer, pesepeda dihadapkan dengan rute menanjak dan
jalan berkelok. Mulai dari Kecamatan Puspo hingga melewati beberapa Desa di
Kecamatan Tosari. Hingga pada akhirnya mencapai titik terakhir di Pendopo Agung
Wonokitri.
Bagi
para penghobi sepeda lintas generasi tersebut, menjadi peserta Bromo KOM lebih
dari sekedar mengikuti kompetisi olahraga kayuh. Tetapi sekaligus sebagai
pencapaian tersendiri dari kegemaran gowes-nya. Bonusnya, sudah pasti menikmati
eksotika panorama pegunungan Tengger dan kesegaran udaranya.
Seperti
yang diceritakan oleh Hidayat (58 tahun), peserta dari Candi, Sidoarjo yang
sudah dua kali mengikuti kompetisi serupa. Berada di urutan ke-7 pada kategori
lomba Men 55-59, ia mengaku terpesona dengan keindahan alam di Kabupaten
Pasuruan yang menjadi rute tetap Bromo KOM. Khususnya di sepanjang Tosari yang
dilaluinya dengan penuh perjuangan untuk dapat sampai di garis finish.
“Tanjakan
di Tosari luar biasa melelahkan. Susah sekali untuk menaklukkan rute di sini
meski sudah sering latihan di sini. Sepanjang 25 km balapan tadi, tidak ada
bonusnya. Maksudnya, tidak ada jalan yang datar. Banyak tanjakannya hehe…Tapi
sangat bagus pemandangannya. Jadi tidak pernah kapok untuk ikut Bromo KOM
lagi,” ujarnya bersemangat.
Ia
berharap, Pemerintah Kabupaten Pasuruan dapat menyelenggarakan agenda serupa di
tahun-tahun mendatang. Masih dengan rute “spesialis tanjakan” yang sama yakni
di Kecamatan Tosari.
“Semoga
ke depannya Pemkab Pasuruan bisa menggelar lomba sepeda di Tosari. Atau bisa
membuat balapan Criterium,” tutur pesepeda dengan nomor punggung 8055 yang
sudah menekuni hobinya selama 41 tahun terakhir tersebut.
Lain
lagi dengan yang diungkapkan oleh pesepeda asal Perancis, Emmanuel Christophe
Galbourdin yang berhasil meraih peringkat ketiga kategori Men 55-59. Katanya, ia
sangat senang dengan capaiannya di Bromo KOM tahun ini. Seperti yang
diutarakannya dalam wawancara singkatnya berikut ini.
“I’m very
happy because last years I’ve also got the third place too. So this years the gradient
is more higher. I wish l could join Bromo KOM for next year,” katanya.
Sementara
itu, Bupati Rusdi Sutejo hadir bersama Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani
Iriawan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Mujiono dan Kepala Dinas
Perhubungan, Eka Wara Brehaspati. Turut hadir pula, Walikota Pasuruan, Adi
Wibowo.
Mas
Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan berkesempatan menyerahkan piala kemenangan
dan hadiah secara simbolis kepada para jawara. Diantaranya diperuntukkan bagi
Juara 1, 2 dan 3 kategori Men 30-34 dan Men 40-44.
Di
sela-sela menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, ia tak lupa mengucapkan
selamat atas prestasi yang diraihnya dengan usaha luar biasa. Sehingga pada
akhirnya berhasil menaklukkan rute penuh tanjakan ekstrim di sepanjang puncak
bukit Wonokitri. Sekaligus menyatakan rasa gembiranya atas dipilihnya Kabupaten
Pasuruan sebagai lokasi penyelenggaraan Bromo KOM. Praktis, hal itu sekaligus
memberikan keuntungan tersendiri untuk mempromosi potensi wisata alam kepada
seluruh peserta yang banyak didominasi warga negara asing.
"Bromo
KOM adalah event olahraga yang
antusiasme pesertanya justru semakin meningkat setiap tahunnya. Pesertanya dari
seluruh Indonesia juga luar negeri. Ini luar biasa. Kami menaruh perhatian
besar untuk memaksimalkan destinasi pariwisata yang ada,” ucapnya.
Dalam
ajang balap sepeda yang dimotori oleh Founder Mainsepeda, Azrul Ananda tersebut
menetapkan pembalap muda Jawa Timur, M. Syelhan Nurrahmat sebagai peserta tercepat
di kelas Men Elite. Pria berusia 20 tahun itu juga memecahkan rekor waktu
tercepat dalam sejarah penyelenggaraan Bromo KOM dengan waktu tempuh 1 jam 13
menit 10 detik. Disusul oleh Astnan Maulana di peringkat kedua dan Abdul Soleh
yang mencapai finish di peringkat ketiga.
Diketahui,
Bromo KOM tidak hanya diikuti oleh pesepeda di tanah air saja. Tetapi juga dari
banyak negara di beberapa benua. Diantaranya merupakan perwakilan dari
Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Selandia Baru, Australia, Amerika
Serikat, Austria, Belanda, Brasil, Inggris, Irlandia, Italia, Jerman, Kolombia,
Latvia, Prancis.
Pantauan
Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan di
lokasi acara, seluruh peserta tampak sangat antusias. Hal itu terlihat selama
kegiatan berlangsung dan banyaknya komunitas sepeda yang terdaftar. Sedikitnya
300-an komunitas yang tersebar di 113 kota di 26 provinsi di seluruh Indonesia.
(Eka Maria)
Komentar