Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, hadiri Sosialisasi Rencana Induk (Rinduk) Percepatan Pengentasan Kemiskinan Nasional oleh BP Taskin RI di Jakarta (21/5/2026) yang sekaligus menjadi wujud kesiapan daerah dalam menyelaraskan langkah untuk mengubah nasib ratusan ribu warga miskin.
Arahan yang disampaikan langsung oleh BP Taskin RI tersebut diharapkan juga dapat mendorong pemerintah daerah agar lebih agresif mengamankan jaring pengaman sosial guna mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Upaya nyata ini sudah terlihat dari perluasan cakupan BPJS Kesehatan, penyaluran dana BOS, serta perbaikan distribusi bantuan permakanan.
Kebijakan pemerintah pusat dinilai telah berhasil memengaruhi paradigma pemberdayaan ekonomi di tingkat daerah. Penyaluran bantuan tidak lagi sekadar tunai, namu sudah bergeser pada kemandirian warga melalui inovasi "SABI BISA!". Program inklusif ini melatih penyandang disabilitas fisik agar memiliki keterampilan wirausaha bersamaan dengan penguatan UMKM lokal.
Selain itu, untuk menekan kemiskinan BP Taskin meminta agar daerah fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Pemerintah daerah kini diminta memusatkan anggaran untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program jambanisasi. Akses jalan di desa-desa tertinggal juga terus dibuka demi melancarkan roda perekonomian warga.
Lebih lanjut, seruan agar Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) diharapkan terus bergerak masif mengikis ego sektoral antar-dinas. Belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini harus bekerja secara terpadu dan saling bahu-membahu dalam satu komando. Sinkronisasi birokrasi serta basis data yang kuat diyakini mampu mempercepat pengentasan kemiskinan terutama di Kabupaten Pasuruan. (iguh)
Komentar