Agenda Sarasehan dan Tasyakuran Bersama Veteran yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada hari Selasa (15/8/2023) memberikan keistimewaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Kata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, acara tersebut tidak hanya sebagai ungkapan rasa terimakasih dan apresiasi kepada para pejuang kemerdekaan saja. Tetapi sekaligus bermakna sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan tentang bagaimana cara memaknai kemerdekaan di era kekinian.
Menurut hemat Kepala Daerah, momen bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan bersama veteran memberikan keistimewaan tersendiri dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-78. Bersama-sama melangkah ke masa depan Kabupaten Pasuruan yang berkemajuan dan berdaya saing. Sejalan dengan tema peringatan tahun ini, "Terus Melaju Untuk Indonesia Maju".
"Saya dan Pak Wabup mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerawuhan Bapak Ibu semuanya dalam acara Sarasehan dan Tasyakur dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Karena kehadiran Bapak Ibu merupakan bentuk perhatian bagi kami Pemkab Pasuruan. Mudah-mudahan semangat kita untuk lebih maju dan semangat lagi berjuang mengisi kemerdekaan," ujar Bupati Irsyad.
Hadir bersama Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron, para Asisten, Staf Ahli dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Kepala Daerah mengungkapkan tentang bagaimana upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mengisi kemerdekaan dalam kehidupan masyarakat yang serba modern saat ini. Khususnya dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan.
"Hari ini tidak sekedar tasyakur atau mensyukuri apa yang sudah kita terima hari ini. Tapi Pemda ingin memberikan penghargaan kepada Bapak Ibu semuanya khususnya dari veteran, LVRI dan para pejuang-pejuang yang tentu dari apa yang sudah dilakukan di masanya sudah memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan dicatat sebagai amal yang baik dan menjadikan kita bermanfaat," katanya.
Dalam kegiatan yang berlangsung penuh keakraban dan gayeng sedari pagi hingga menjelang siang tersebut, Bupati mengutarakan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para veteran yang hadir. Seraya meminta dukungannya agar senantiasa berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Pasuruan.
"Terimakasih atas jasa-jasa Bapak Ibu dalam memperjuangkan kemerdekaan. Kami mengucapkan terimakasih atas doa restu, dukungan, masukan kepada kami, saya dan Bapak Wakil Bupati. Meski kami mengakui masih banyak yang belum bisa kami berikan kepada Kabupaten Pasuruan. Selama kurun 5 tahun kami memimpin, 3 tahunnya ada pandemi Covid-19. Tapi itu bukan alasan, menjadi bagian dari takdir kami untuk bisa memimpin Kabupaten Pasuruan," tandas Bupati dengan bersemangat.
Di akhir sambutannya, Ketua Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (IKA UMM) tersebut menambahkan perihal strategi dan kebijakan pembangunan yang selama ini terus dimaksimalkan. Lengkap dengan segala dinamika yang dihadapi.
"Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat untuk Kabupaten Pasuruan. Kami sudah berupaya keras dengan segala kemampuan kami dalam memberikan kepada masyarakat. Tentu banyak kebijakan-kebijakan yang kami ambil, dengan segala tantangannya di Kabupaten Pasuruan. Terutama yang berkaitan dengan kebencanaan alam," tutur Bupati dalam forum yang mengundang para veteran perwakilan dari unsur Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan ABRI (PEPABRI), Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHC'45) dan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) tersebut.
Diantara bentuk kebijakan yang diambil setiap tahunnya yakni penetapan kawasan rawan banjir dan kawasan kekeringan. Tidak hanya itu saja. Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Perangkat Daerah terkait juga secara intens berupaya mengatasi berbagai tantangan dan ancaman. Mulai dari bahaya narkoba yang begitu merajalela, kasus trafficking dan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Tidak terkecuali terus berusaha untuk memecahkan permasalahan moral dan etika generasi muda yang dapat menghambat laju pembangunan. (Eka Maria)
Komentar