Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Puluhan Peserta Lomba Mendongeng Bikin Kagum Bunda Literasi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo

Gambar berita
13 Mei 2026 (14:59)
Pemerintahan
769x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Ada banyak cara yang dilakukan Pemkab Pasuruan, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk meningkatkan literasi anak.

Story telling alias mendongeng jadi salah satunya. Seperti yang terlihat di Aula Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, Rabu (13/5/2026).

Puluhan pelajar SMP/Mts perwakilan 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan mengikuti Lomba Mendongeng. Mereka diadu untuk bisa menyampaikan cerita rakyat yang ada di Kabupaten Pasuruan dengan intonasi, artikulasi dan ekpresi yang tepat di hadapan para dewan juri. 

Termasuk Bunda Literasi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo yang dibuat kagum dengan kemampuan para peserta yang mahir dalam memainkan perannya sebagai pendongeng.

"Ternyata kalau sudah mendongeng itu semua bagian tubuh ikut bicara. Mulai mata, tangan, ekpresi wajah semuanya hidup dan harus menyatu. Jadi pesannya nyampek ke kita yang melihatnya," ungkapnya. 

Menurut Merita, kegiatan ini bukan sekedar ajang perlombaan antar SMP dari 24 kecamatan. Namun lebih dari itu, menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda agar tetap membuka buku yang menjadi jendela dunia, itulah esensi lomba mendongeng yang sebenarnya. Jadi harus disupport untuk keberlanjutan kegiatan serupa. 

"Dari sini,  anak-anak membaca, memahami, dan bercerita dari buku yang mereka baca sebelumnya. Inilah kebiasaan yang harus terus kita dengungkan ke anak-anak agar gak kalah dengan gadget yang semakin membuat kita lupa segalanya," tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto menjelaskan total  ada 24 peserta yang mengikuti lomba mendongeng antar pelajar SLTP sederajat.

Tujuan digelarnya lomba mendongeng tak lain untuk membentuk karakter anak dengan cara menstimulasi keterampilan bahasa, serta mengajarkan sikap, dan perilaku dalam menanamkan nilai budaya yang baik bagi anak.

"Ini sangat baik, sebab terbukti  memberikan ruang agar mereka memiliki keberanian berbicara atau bercerita di depan orang banyak agar pesan dapat tersampaikan," imbuhnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Petakan Kebutuhan Industri dengan Skill Pencaker, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Training Needs Analysis

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan menggelar Training Needs Analysis (TNA)...

Article Image
Khidmat pada Ulama dan Santri. Pemkab Pasuruan dan PCNU Gelar Medical Check Up Gratis

Sejumlah kiyai hingga para santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Medical Check...

Article Image
Pimpin Apel Santri Nasional 2026, Gus Shobih: Santri Jangan Ada Rasa Minder

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel Hari Santri Nasional (HSN) tahun 20...

Article Image
Doa Kebangsaan 2 Tahun Prabowo-Gibran, Gus Shobih: Pembangunan Tak Cukup Kerja Keras Fisik, Tapi Butuh Ketersambungan Batin

Dalam gelaran Doa Kebangsaan memperingati 2 tahun kepemimpinan Presiden H. Prabo...