Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dukung Peran Guru Di Era Digitalisasi

Gambar berita
13 Juni 2019 (14:32)
Olahraga
2815x Dilihat
0 Komentar
admin

Guru adalah pahlawan pencerdas bangsa. Itulah kata singkat yang diucapkan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf saat berhalal bihalal dengan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Pasuruan, di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (13/06/2019).

Di hadapan ratusan guru, kepala sekolah dan pengawas se-Kabupaten Pasuruan, Irsyad mengangkat topi untuk semua dedikasi, pengorbanan dan perjuangan para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan para peserta didik.

“Meski bukan hari guru, saya sangat berterima kasih untuk semua jasa para guru yang telah mencerdaskan anak-anak kita semua. Meski sudah tidak ada lagi istilah guru tanpa tanda jasa, tapi guru adalah pahlawan pencerdas bangsa,” katanya.

Di era digitalisasi seperti sekarang, guru dihadapkan banyak tantangan. Mulai dari tingkah laku anak, kondisi geografis hingga kemajuan teknologi itu sendiri. Oleh karenanya, program Wak Muqidin (Wayahe Kumpul Mbangun TPQ dan Madin) sangat membantu untuk menyempurnakan tujuan pendidikan yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu, program Wak Muqidin akan terus kita sosialisasikan hingga masuk ke semua lini masyarakat,” imbuhnya.

Terlebih, adanya Wak Muqidin sangat penting untuk membentengi anak terhadap dampak buruknya kemajuan teknologi. Serta memperbaiki perilaku anak dan moral anak yang terus terdegradasi.

“ Pendidikan di Kabupaten Pasuruan yang penuh dengan tantangan dan masalah di dalam menghadapi era digital. Kita siapkan Wak Muqidin yang khusus untuk membentengi dari era digitalisasi, karena kita tahu bahwa saat ini semakin banyak menurunnya degradasi akhlaq atau moral. Kita ingin perilaku hormat terhadap guru, orang tua, saling menyayangi sesama kembali seperti semula,” jelasnya kepada Suara Pasuruan.

Hanya saja, untuk membentuk perilaku anak yang berakhlaqul karimah, perlu adanya kekompakan semua pihak. Mulai dari Pemerintah, Dewan Pendidikan, Ormas, LSM, Alim Ulama, tokoh masyarakat hingga orang tua sebagai leading sector utama.

“Kita keroyok bareng-bareng. Saya mohon dewan pendidikan untuk evaluasi program yang kita laksanakan, agar berjalan efektif dan efisien Dengan anggaran yang tidak terlalu banyak, tapi outcome nya yang bisa maksimal. Selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan, terima kasih atas kekompakannya,” tandasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Salurkan Puluhan Ribu BLT untik Buruh Rokok Sampai Petani Tembakau

Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi memulai penyaluran Bantuan Langsung T...

Article Image
Pasuruan United Lolos Final Liga 4 Piala Presiden 2026

Pasuruan United berhasil lolos ke final Liga 4 Zona Nasional Piala Presiden 202...

Article Image
Kabupaten Pasuruan Jadi Nominator Lomba Wana Lestari 2026 Kategori Hutan Kemasyarakatan

Kabupaten Pasuruan berhasil masuk sebagai salah satu nominator dalam penilaian L...

Article Image
Pemkab Pasuruan Sudah Perbaiki Ribuan PJU Rusak di Semua Wilayah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perhubungan terus memperbaiki penera...

Article Image
Festival Jenang Suro. Cara Warga Desa Tutur Peringati Tahun Baru Islam

Sudah pernah dengar jenang suro? Ya, Bagi sebagian masyarakat muslim, jenang su...