Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kawanan Hiu Tutul Muncul di Perairan Utara Laut Pasuruan

Gambar berita
05 Agustus 2021 (11:20)
Umum
4398x Dilihat
0 Komentar
admin

Kawanan Hiu Tutul Muncul di Perairan Utara Laut Pasuruan, Kamis (05/08/2021) pagi.

Munculnya sekawanan ikan raksasa ini sangat dinantikan warga yang ingin menyaksikannya plus para nelayan yang notabene "sahabat mereka".

Dimyati (45), salah satu nelayan asal Lekok mengaku tak terhitung berapa kali melihat hiu tutul yang melintas di bawah perahunya. Kehadiran ikan bercorak tul-tul putih itu sama sekali tak membuatnya takut, apalagi sampai merusak perahunya.

"Ya lewat aja pelan-pelan. Gak mengganggu sama sekali. Ikan baik dan jinak," ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, puluhan ekor hiu tutul terlihat jelas dari atas kapal patroli Satpolair (Satuan Polisi Air) Polres Pasuruan. Dari puluhan ekor, tak semuanya muncul di permukaan. Melainkan hanya 5-7 ekor saja.

Kasatpolair Polres Pasuruan, AKP Winardi mengatakan, gerombolan hiu tutul sering terlihat di antara pertemuan Sungai Rejoso, Sungai Gembong dan Sungai Kraton.

Ditengarai, plankton-planton tersebut berasal dari ketiga sungai tersebut, sehingga tak jarang menarik perhatian hiu tutul untuk menuju Perairan Utara Pasuruan.

"Kemungkinan plankton-plankton ini asalnya dari ketiga sungai yang mengarah ke laut lepas. Makanya ketika air laut pasang, mereka kembali muncul," kata Winardi, di sela-sela patroli.

Selama muncul di Perairan Laut Pasuruan, anggota Patroli Polairud melarang para nelayan atau warga untuk menangkap hiu tutul, lantaran merupakan satwa yang dilindungi.

Oleh karenanya, supaya prosesnya berlangsung alami, pihak kepolisian telah mengimbau para nelayan dan warga sekitar agar tidak mengganggu kawanan ikan hiu tutul.  Apabila ada kejadian hiu terjaring perahu nelayan, Winardi meminta nelayan agar melepas kembali ke perairan lepas.

Sebaliknya, apabila ada yang berani menangkap atau melukai hiu tutul dengan cara yang tak manusiawi, maka pihaknya akan memberlakukan tindakan tegas.

"Kita jaga elestarian jangan sampai tersangkut jaring. Kalau sampai ada, mohon dilepas. Ikan ini jinak karena hanya memakan plankton. Kalau ada yang berani menangkap, maka akan kita tindak tegas," tegasnya.

Seperti diketahui, kuat dugaan kemunculan ikan berukuran raksasa ini karena siklus migrasi dari perairan Australia ke Laut Jawa. Ukuran panjangnya mencapai rata-rata 4-6 meter.

Winardi memperkirakan siklus migrasi bakal berlangsung mulai Agustus hingga Desember mendatang.

"Pas musim dingin seperti sekarang ini," tutupnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...