Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan Darurat Narkoba

Gambar berita: Kabupaten Pasuruan Darurat Narkoba

Kabupaten Pasuruan Darurat Narkoba. Bahkan, jumlah kasus narkoba bukan malah menurun, melainkan meningkat sangat signifikan.

Sebagai buktinya, meski pada tahun 2017 lalu ada 669 kasus dan menurun menjadi 547 kasus di tahun 2018, akan tetapi mulai Januari-April 2019, jumlah kasus narkoba di Kabupaten Pasuruan sudah mencapai 470 kasus. Itu artinya, bisa jadi hingga akhir tahun ini, jumlah kasus bisa melebihi data dua tahun terakhir.

Aris Budi Pratikto, Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) pada BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Pasuruan mengatakan, sepanjang tahun 2018, hasil ungkap kasus narkoba yang masuk dalam catatan Polres Pasuruan, didominasi kasus Sabu-sabu dan obat keras berbahaya seperti pil koplo. Dari kasus tersebut, barang bukti yang disita antara lain ganja, sabu, pil koplo atau obat keras berbahaya dan yang lainnya.

“Rata-rata usia pecandu atau yang tertangkap adalah usia produktif antara 18-35 tahun. Kita hanya bisa mengeliminir, kalau untuk mengeradikasi tidak bisa, karena narkoba itu juga digunakan dalam pengobatan,” kata Aris saat ditemui di kantornya, Senin (20/05/2019).

Masih tingginya kasus narkoba di Kabupaten Pasuruan disebabkan kurangnya pemahaman akan bahayanya narkoba, serta kurangnya kesadaran akan kesehatan. Dua faktor itu yang masih belum dimiliki oleh setiap individu, sehingga ujungnya adalah masih merajalelanya peredaran narkoba di Kabupaten Pasuruan. Kata Aris, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke semua elemen masyarakat, utamanya dunia pendidikan sebagai sasaran empuk utama pengedar narkoba.

“Contohnya ketika kita lakukan screening ke anak-anak SMP, selain menggunakan sabu, mereka juga mengkonsumsi obat-obatan dengan dosis yang berlebih, obat batuk atau anti mabuk nyang dijual bebas, tapi disalahgunakan. Itulah banyak kasus yang kita temukan,” imbuhnya.

Sejak berdiri tahun 2017, BNN Kabupaten Pasuruan baru mulai melakukan sosialisasi pada tahun 2018 sebanyak 28 kali. Sedangkan untuk tahun ini akan ada 50 kali sosialisasi. Dengan sasarannya adalah pendidikan dan masyarakat.

“Pendidikan SMP sampai universitas akan kita sasar dalam bentuk talkshow. Harapannya dapat digetok tularkan ke semua yang kenal dengan mereka, sehingga kasus narkoba ini terus bisa kita eliminir,” tandasnya kepada Suara Pasuruan.  (emil)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Nikmatnya Kupang Kraton. Kuliner Legendaris Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan selain dikenal daerah industri dan religius, juga terkenal ak...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Capai Target Universal Coverage Jamsostek 2026

BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan berupaya keras untuk mewujudkan universal coverage...

Article Image
Mangga Putar Pasuruan Juara National Manggo Contest 2026

Siapa sangka, mangga klonal 21 atau yang populer kita sebut dengan Mangga Putar...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bantu Pembangunan Pasar Kepulungan Pasca Kebakaran

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ak...

Article Image
Gus Shobih Resmikan Program Sekolah Lestari di SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pas...