Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pasuruan, Rabu (4/11/2026).
Sebagai pilot project, dipilihlah dua sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan sebagai penerima manfaat Sekolah Lestari, yakni SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3.
Pantauan di lokasi, peresmian sekolah lestari tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Pasuruan bersama Perwakilan Yayasan Blue SEED Indonesia, Agus Jaenuddin, serta disaksikan Mr. Min Youngjin selaku chairman of the board of KT&G social welfare foundation; kemudian Mr. Kim Youngju selaku director of the KT&G factory; Mr. Lim Sunjun (Executive Director of KT&G social welfare foundation) serta Mr. Park Chanbum (Team leads of KT&G social welfare foundation).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti menjelaskan Program Sekolah Lestari di Kabupaten Pasuruan merupakan inisiatif pendidikan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hasil kolaborasi antara Yayasan Blue SEED Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan didukung oleh mitra dari Korea Selatan seperti Chorogusan for Children dan KT&G Social Welfare Foundation.
Outputnya berupa revitalisasi fasilitas sekolah dan penguatan capacity building sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan belajar bagi siswa dan seluruh warga. Seperti di SDN Purwosari 2 yang meliputi rehab pembangunan toilet siswa, ruang perpustakaan, kantin sekolah, ruang penjaga dan tempat green school serta meja dan kursi sejumlah siswa.
Sedangkan di SDN Purwosari 3 meliputi rehab pembangunan 6 kelas, lapangan mini soccer, lapangan basket, rehab UKS dan meja kursi sejumlah siswa.
"Blue Seed juga memberikan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru terkait fun child, sekolah lestari, literasi, numerasi, sekolah adiwiyata dan beberapa kurikulum tambahan dari Kabupaten Pasuruan terkait sekolah inklusif," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan bahwa sekolah lestari menjadi salah satu langkah nyata menuju pendidikan berkelanjutan. Sebab selain diwujudkan melalui revitalisasi fasilitas sekolah, dalam sekolah ini juga memperhatikan perihal upaya peningkatan kapasitas guru dan siswa, pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta bantuan teknis yang terintegrasi.
"Program Sekolah Lestari tidak berorientasi pada bantuan tunai. Dukungan diwujudkan Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan sarana fisik hingga tumbuhnya budaya belajar yang lebih sehat, aman, hijau, dan nyaman," terangnya.
Dengan diresmikannya sekolah lestari, pria yang akrab disapa Gus Shobih ini berterima kasih kepada Yayasan Blue Seed Indonesia yang telah memberikan bantuan revitalisasi dan pelatihan.
Sebab melalui program ini, diharapkan lahir manfaat jangka panjang bagi peserta didik, guru, maupun masyarakat sekitar melalui terciptanya lingkungan sekolah yang lebih layak, dan mampu mendukung proses pembelajaran berkelanjutan.
"Kehadiran berbagai pihak dalam program ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi generasi masa depan Indonesia," harapnya. (emil)
Komentar