Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun bersama Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan operasional Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (3/11/2026).
Pantauan di lokasi, peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita merah putih dan penandatanganan prasasti oleh keduanya, dengan disaksikan ratusan warga sekitar jembatan.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Primadi mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merah putih merupakan bagian dari program percepatan pembangunan yang menjadi instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah. Khususnya akses mobilitas warga yang terganggu oleh tidak adanya akses jembatan yang belum dibangun di atas sungai.
“Kita ketahui bersama bahwa kondisi geografis Indonesia yang banyak dipisahkan oleh sungai maupun perbukitan, maka dibangun berbagai jenis jembatan, salah satunya jembatan garuda merah putih ini," katanya.
Dijelaskan Primadi, jembatan garuda merah putih sebagai infrastruktur penghubung antar wilayah merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Dengan beroperasinya jembatan ini, ia berharap dapat dirawat, dijaga dan digunakan sesuai peruntukannaya.
"Karena jembatan ini kemampuannya 6 ton, maka jangan sampai ada kendaraan yang beratnya di atas 6 ton lewat, ya bisa berpengaruh pada kekuatan jembatan." terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan melalui program Jembatan Perintis Garuda Merah Putih, kesejahteraan warga melalui penyediaan infrastruktur yang memadai, menjadi terpenuhi.
"Tentunya kehadiran jembatan ini mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperlancar jalur pertanian, mempermudah akses pendidikan bagi anak sekolah, serta menghidupkan urat nadi perekonomian antarwilayah," tegasnya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Gus Shobih ini menyampaikan bahwa hadirnya jembatan garuda merah putih menjadi bentuk nyata pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
la menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung.
"Jembatan ini dibangun selama 60 hari dengan lebar 12 meter dan lebar 4 meter bismillah semoga bermanfaat untuk mobilitas masyarakat," harapnya. (emil)
Komentar