Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

UPT LKD Kabupaten Pasuruan Gelar 7 Pelatihan Bagi Warga Tak Punya Pekerjaan

Gambar berita
17 September 2024 (07:54)
Ekonomi
1855x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

UPT LKD Kabupaten Pasuruan kembali menggelar pelatihan ketenagakerjaan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan alias pengangguran.

Kali ini, total ada 7 paket pelatihan yang digelar, diantaranya pelatihan operator forklift, service kendaraan roda dua, otomotif, pembuatan roti kue, menjahit, bordir dan pelatihan tata rias.

Kepala UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Umiasih Indrawati menjelaskan pelatihan dilaksanakan sejak 9 september lalu dan selesai 14 oktober mendatang.

Selama pelatihan, para peserta akan mendapatkan beberapa fasilitas seperti seragam, alat tulis kantor (ATK), snack dan konsumsi makan 1X sehari serta uang transport sebesar Rp 60 ribu/hari.

"Seperti pelatihan menjahit dan bordir, kita berikan kain dan nanti ketika sudah jadi pakaian, boleh dibawa pulang. Termasuk pembuatan roti dan kue, nantinya juga bisa dibawa pulang," kata Umi saat ditemui di kantornya, Selasa (17/9/2024).

Untuk bisa menjadi peserta pelatihan syaratnya cukup mudah. Yakni berKTP Kabupaten Pasuruan, belum bekerja serta mempunyai keterangan AK1 yang diterbitkan oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Menurut Umiasih, jumlah pendaftar selalu membludak. Namun lantaran disesuaikan dengan pagu yang telah ditetapkan, maka jumlah peserta yang mengikuti 7 pelatihan totalnya mencapai 144 orang.

"Kalau yang daftar ya banyak sekali. Tapi penetapannya berdasarkan pagu dan kesesuaian anggaran. Jadi totalnya 144 orang. Rata-rata 20 orang per jenis pelatihan," ucapnya.

Nantinya, Umiasih berharap kepada peserta untuk bisa menyerap semua ilmu yang diberikan oleh para instruktur. Terlebih pasca selesai pelatihan, para peserta bisa semangat untuk membuat usaha dari jenis pelatihan yang diikuti.

"Kalau operator forklift bisa melamar pekerjaan di perusahaan. Karena banyak yang memerlukan. Sedangkan yang lain seperti membuat kue, menjahit itu bisa dicoba di rumah dan menerima pesanan orang," terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Rini (45) mengaku senang mengikuti pelatihan. Sebab ia mengaku suka membuat kue tapi belum punya ilmu yang mumpuni, dan kini ia harus berjuang setelah suaminya meninggal dunia, beberapa waktu lalu.

"Mencoba peruntungan, karena suami meninggal dan anak saya banyak. Mudah-mudahan dengan mengikuti pelatihan ini, ada rejeki buat saya buka usaha kue dan roti," ungkapnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...