Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kitiran Sewu. Cara Warga Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur Saat Musim Angin

Gambar berita
10 Maret 2026 (11:23)
Budaya
1046x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Indonesia kaya akan beragam budaya dan adat istiadat yang turun temurun. Sebuah kebiasaan yang tercipta dari sebab dan akibat peristiwa. 

Salah satunya ketika negeri ini dilanda angin yang begitu kencang, masyarakat di Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan punya suatu permainan unik yang konon jika dimainkan, hembusan angin berubah menjadi lebih tenang

Permainan ini dinamakan Kitiran Sewu. Sebuah perayaan budaya yang menampilkan seribu kincir angin dari bambu ataupun kayu waru gunung yang berputar mengikuti angin yang berhembus

Kepala Desa Blarang, Darwanto menjelaskan tidak ada yang tahu kapan tradisi ini dimulai, tapi masyarakat meyakini permainan unik ini mulai dimainkan lebih dari 45 tahun silam

"Kira-kira di tahun 1980 sudah mulai ada kitiran sewu ini. Jadi saya kecil memang sudah ada," kata Darwanto di sela-sela memotong kayu pohon waru gunung," Selasa (10/3/2026).

Sekarang, kitiran sewu ini bak dibuat sebuah festival. Ratusan warga tak kuasa menahan rindu masa-masa memainkan permainan ketika jaman kecil dulu. Mulai dari pemilihan kayu hingga menjadi sebuah kitiran yang siap diputar oleh alam. 

Kata Darwanto, tradisi ini tak hanya mengisi waktu luang sambil menunggu waktu berbuka puasa, tapi membangkitkan kembali semangat memperkuat tali persaudaraan antar warga, salah satunya melalui kitiran sewu ini.

"Main kitiran sewu ini kayak momen menahan lapar karena puasa, jadi kayak gak kerasa, mulai dari motong kayu sampai bentuk memanjang, kita rapikan, kita lorong sampai rapi," terangnya. 

Kini, tugas masyarakat hanya satu, yakni menjaga dan melestarikan Festival Kitiran Sewu. Salah satu warga, Wahyudi mengaku akan terus bersama dengan Pokdarwis Dusun Pronojiwo, Desa Blarang dalam mempertahankan permainan tradisional ini sampai kapanpun. 

"Harus dipertahankan, karena semuanya ada makna dan filosofi yang indah, tak asal ada begitu saja. Kami akan jaga tradisi ini selama-lamanya," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Rusdi Serahkan SK Remisi Bebas untuk 6 WBP rutan Bangil

Siswarno (54), warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Bangil tak bisa menyembun...

Article Image
Memakai Pakaian Khas Kalimantan Selatan. Bupati Rusdi Pimpin Upacara Kemerdekaan RI ke 81 di Alun-alun Bangil

Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 81, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar U...

Article Image
Bupati Mas Rusdi Hadiri Ziarah Nasional dan Tabur Bunga di TMP Bangil

Sehari jelang HUT Kemerdekaan RI ke 81, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menghadiri...

Article Image
Persekabpas Berangkat Training Camp ke Jogjakarta

Sebagai bagian dari persiapan menuju Liga 3 Nusantara, manajemen Persekabpas mem...

Article Image
Kukuhkan 77 Anggota Paskibraka Kabupaten Pasuruan Tahun 2026. Bupati Rusdi : Selamat Bertugas. Kibarkan Sang Merah Putih dengan Sempurna

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan sebanyak 77 anggota Pasukan Pengibar B...