Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

JELANG HARI RAYA NYEPI 1939 SAKA, RIBUAN WARGA TENGGER ARAK 40 OGOH-OGOH

Gambar berita
27 Maret 2017 (21:10)
Budaya
7067x Dilihat
0 Komentar
admin

Ribuan warga dari Etnis Tengger di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mengarak 40 ogoh-ogoh atau patung raksasa dalam perayaan upacara menjelang Hari Raya Nyepi 1939 Saka, Senin (27/03) sore.

Ogoh-ogoh tersebut diarak keliling desa yang diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf dan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf.

Widian Dharma Singgih, Ketua Panitia Penyelenggara Pawai Ogoh-ogoh mengatakan, sebelum diarak, ogoh-ogoh tersebut ditempatkan di Balai Desa Telogosari. Di sana, warga bersama dengan para pemangku agama Hindu berdoa bersama untuk keselamatan bersama. Barulah setelah itu, puluhan ogoh-ogoh tersebut diarak keliling desa hingga menuju Lapangan Desa Telogosari.

"Semua ogoh-ogoh yang diarak keliling desa adalah dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tosari, Puspo, dan Tutur dengan total sebanyak 10desa. Di Kecamatan Tosari sendiri memiliki 8 desa, sisanya dari Kecamatan Tutur dan Puspo," terangnya.

Ditambahkannya, ogoh-ogoh merupakan simbol butha kala yang memiliki kekuatan negatif atau kekuatan alam yang merupakan perwujudan dari unsur alam yang terdiri dari air, api, cahaya, tanah, dan udara. Mengarak ogoh-ogoh termasuk pecaruan dalam catur bratha nyepi yang pada akhir acara ogoh-ogoh tersebut akan dibakar di desa masing-masing.

"Pada akhir acara ogoh-ogoh akan dibakar untuk menghilangkan sifat buruknya dan berharap hanya ada sifat kedewaan yang ada di diri manusia dan alam semesta, sehingga inti dari ini semua untuk menetralisir alam dan manusia," paparnya.

Menurut dia, upacara Nyepi memiliki empat rangkaian, yakni melasti yang sudah diadakan pada hari Sabtu (25/03) di lereng Gunung Bromo, pecaruan atau tawur dan pengerupukan, nyepi, dan ngembak geni.

"Dalam perayaan nyepi atau catur brata nyepi terdiri dari amati geni yang berarti tidak menyalakan api, termasuk api amarah yang ada dalam diri manusia, lelanguan yang berarti tidak berfoya-foya atau mengadakan pesta," jelasnya.

Selain itu, pati lelungan yang berarti tidak berpergian kemana pun, dan pati karya yang berarti tidak bekerja selama Hari Raya Nyepi yang jatuh pada hitungan tilem kesanga yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menegaskan, Pawai Ogoh-ogoh merupakan potensi pariwisata yang nantinya akan dikembangkan lebih serius lagi untuk mendatangkan para wisatawan.

"Acara ogoh-ogoh ini sangat menarik dan banyak diminati wisatawan dan Kabupaten Pasuruan setiap tahun selalu mengadakan arak ogoh-ogoh keliling desa. Hal ini bisa menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin melihat prosesi Hari Raya Nyepi serta pemandangan alam yang indah dengan udara yang sejuk," katanya.

Di sisi lain, Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul menambahkan, tradisi Pawai Ogoh-ogoh adalah budaya masyarakat yang harus dipertahankan sampai kapanpun. Dalam artian, budaya yang mendatangkan ketertarikan masyarakat untuk mengabadikan setiap momen penting dalam pawai itu sendiri, sehingga ujung-ujungnya adalah membuat daerah itu semakin populer.

"Kalau ke Tosari mesti orang bukan hanya datang melihat Matahari Terbit dari Penanjakan saja, melainkan melihat budayanya. Nah pawai ogoh-ogoh ini adalah salah satu cara yang kebetulan merupakan tradisi nenek moyang yang menarik untuk ditonton sehingga secara tidak langsung mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur," tegasnya. (emil


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Beri Wadah Para Kicau Mania. Pemkab Pasuruan Gelar Festival Burung Berkicau Piala Bupati Pasuruan 2026

Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kebudayaan dan...

Article Image
Ketua Perwosi Kabupaten Pasuruan, Mela Rusdi Berangkatkan 1400 Peserta Pasuruan Woman's Run 2026

Untuk pertama kalinya, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kab...

Article Image
Wujudkan Fasilitas Olahraga yang Layak dan Nyaman, Pemkab Pasuruan Perbaiki GOR Sasana Krida Anoraga

Gedung Olahraga (Gor) Sasana Krida Anoraga Raci, kini diperbaiki. Pemerinta...

Article Image
Salurkan Bakat Minat di Bidang Seni, Pemkab Pasuruan Gelar Kejuaraan Drumband Street Parade Bupati Cup 2026

Puluhan grup marching band SD, SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Pasuruan mengi...

Article Image
Layanan Panggilan Kedaruratan Command Center 112, Komitmen Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan Maksimalkan Layanan Publik

Memaksimalkan tugas pokok dan fungsi perannya di bidang komunikasi dan informat...