Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

CURAH HUJAN TINGGI, HARGA CABAI MASIH MELAMBUNG

Gambar berita
27 Februari 2017 (09:58)
Ekonomi
7080x Dilihat
0 Komentar
admin

Akibat tingginya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir, sampai saat ini, harga cabai masih melambung. Kata Abdul Kadir Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cabai Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, harga cabai rawit per kilonya sampai hari ini, Jumat tembus di angka Rp 100 ribu. Jika di musim kemarau dalam satu hektar tanaman cabai miliknya mampu menghasilkan 30 kilogram setiap harinya, maka di musim hujan seperti saat ini hanya menyisakan 2-3 kilogram dalam setiap kali panennya. Hal ini disebabkan hama jamur yang menyerang akar batang cabai sebagai akibat dari tanah yang terlalu banyak terendam air selama hujan deras.

“Kondisi tanah yang terlalu asam pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan. Cabai tidak berbunga secara otomatis akan mempengaruhi produktivitas tanaman. Jadinya ya selama curah hujan tinggi seperti sekarang, tanaman cabai saya rusak. Kalaupun berbuah, ya banyak yang busuk juga karena sering kena air hujan”, tutur pria yang juga dikenal sebagai petani bunga Sedap Malam ini.

Menurutnya, kondisi puso atau gagal panennya tanaman cabai miliknya dan ke-20 petani cabai yang tergabung dalam Gapoktan Cabai masih akan berlanjut selama curah hujan masih tinggi. Sehingga harus diimbangi pola tanam yang dapat mereduksi kerugian agal panen. “Sekarang kami sedang melebarkan parit areal tanaman cabai. Tujuannya agar resapan air bisa maksimal. Jadi, genangan air hujan tidak terlalu lama merendam batang cabai. Dengan begitu, bisa mengurangi resiko terhadap serangan jamur batang yang sampai saat ini menjadi momok para petani cabai”, jelasnya.

Diketahui, selama kurang lebih 3 bulan terakhir, harga cabai rawit di pasaran masih melambung tinggi sampai di kisaran harga Rp 100 ribu lebih atau naik hingga 3 kali lipat dari harga normal. Bahkan harga cabai pernah menyentuh angka Rp 200 ribu per kilonya, seperti yang terpantau di luar pulau Jawa. Diantaranya di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kenaikan drastis harga cabai ini berlaku di seluruh tanah air, dampak tingginya curah hujan selama beberapa bulan terakhir. Amran Sulaiman Menteri Pertanian menyatakan, kenaikan harga cabai disebabkan faktor cuaca dan distribusi. Sedangkan menurut Enggartiasto Lukita Menteri Perdagangan, kenaikan harga cabai di satu daerah dengan daerah lainnya tidak sama. Dari Kementerian Perdagangan memerintahkan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) menstabilkan harga dengan membeli cabai petani yang kemudian didistribusikan ke daerah yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...

Article Image
Umat Hindu di Kecamatan Tosari Gelar Upacara Yadnya Karo

Bertepatan pada hari bulan purnama di bulan Karo, Masyarakat adat Suku Tengger k...

Article Image
Harganas ke-33 di Malang, Kabupaten Pasuruan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo...