Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Desa Podokoyo Juara Wisata Desa Award 2019

Gambar berita
31 Maret 2019 (17:43)
Pariwisata
5103x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Komunitas Averrous  dan PT HM Sampoerna Tbk menggelar Wisata Desa Award (WDA) Tahun 2019.

Acara tersebut digelar dengan mewah di Hotel Horison, Jumat (29/03/2019) malam, dan disaksikan langsung oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron, Ketua Komunitas Averrous, Utomo, Perwakilan Managemen PT HM Sampoerna Tbk, Kukuh Dwi Kristianto, Sekda Agus Sutiadji, para Kepala OPD, dan tentu saja nominator dari desa-desa yang konsen terhadap pengembangan kepariwisataan.

Menurut Utomo, DWA adalah sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan greget desa agar sadar bahwa banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Sehingga nantinya timbul gagasan atau ide untuk mengenalkan potensi tersebut ke masyarakat luas.

“WDA ini memiliki nilai positif untuk mempromosikan sekaligus mengembangkan Desa Wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan. Salah satu tujuan dari wisata desa Award adalah sebagai stimulan munculnya desa wisata baru,” terangnya.

Dijelaskan Utomo, syarat untuk menjadi peserta Wisata Desa Award adalah harus mempunyai Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), sehingga secara tidak langsung ada perhatian yang diberikan dalam mengembangkan wisata yang ada di desa-desa di Kabupaten Pasuruan.

“Kenapa harus ada pokdarwis, karena itu adalah satu langkah ke depan yang menginformasikan bahwa ada perhatian untuk kepariwisataan, meskipun itu di tingkatan desa,” tandas dia.

Dari semua desa di Kabupaten Pasuruan, total ada 15 desa yang masuk nominasi dalam WDA 2019. Yakni Desa Jatiarjo, Kertosari, Pleret, Oro-Oro Rombo Kulon, Jarangan, Pateguran, Sumberejo, Jatisari, Tambaksari, Kalipucang, Ngembal, Tosari, Podokoyo, Puspo dan Desa Wonosari. Dari semua desa tersebut, Desa Podokoyo di Kecamatan Tosari keluar sebagai Juara dalam Malam Anugerah Desa Award 2019.

Salah satu Dewan Juri, Lismudayat mengungkapkan, ditetapkannya Desa Podokoyo sebagai pemenang dalam WDA 2019 tak lain karena memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan konsep kepariwisataan. Mulai dari komitmen pemerintah desa, pelestarian budaya local, hingga kemitraan dalam pengembangan wisata.

“Khusus untuk kemitraan, kita memandang bahwasanya seringkali kemitraan terjadi hanya antara pemerintah desa dengan pihak ketiga saja, tapi melupakan antar sesame desa. Sehingga kalau terwujud, maka berarti desa ini mampu menjalin kemitraan strategis antar desa,” jelas Lismudayat, sesaat setelah awarding selesai dilaksanakan.

Selain Podokoyo, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari menjadi Juara II, disusul Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur yang meraih Juara III. Tak hanya itu saja, panitia juga memberikan penghargaan untuk Desa Tambaksari sebagai Juara untuk kategori Komitmen Pemerintah Desa. Kemudian Desa Ngembal sebagai juara kategori Pelestarian Budaya Lokal, serta Desa Jarangan dan Pateguran, Kecamatan Rejoso sebagai Juara untuk kategori Kemitraan Pengembangan Wisata.

Sementara itu, Bupati Irsyad Yusuf memberikan apresiasi terhadap Averrous dan PT HM Sampoerna yang mendukung langkah Pemkab Pasuruan dalam mengembangkan sector kepariwisataan di semua desa se-Kabupaten Pasuruan.

“Setiap desa punya berlian sendiri-sendiri. Ada yang unggul di bidang pertanian, pariwisata dan kebudayaan, hingga pesona alam. Dan itu dikemas jadi satu menjadi sebuah potensi yang bisa dilihat dan ujungnya adalah banyaknya wisatawan yang datang,” tegas Irsyad dalam sambutannya.

Untuk desa yang belum meraih juara, khususnya para kepala desa, Irsyad berharap ada keinginan kuat untuk dapat menggali potensi yang ada di masing desa-desa yang dipimpinnya. Karena sejatinya seorang Kepala Desa adalah wakilnya kepala daerah di masing-masing wilayah yang dipimpinnya.

“Peran kepala desa sangat penting untuk bisa menggugah semua warganya agar sadar bahwa ada potensi atau keunggulan di dalamnya. Pariwisata itu luas, bisa mencakup pertanian, peternakan, perkebunan hingga kebudayaan. Maka dari itu, saya berharap agar kepala desa sekarang lebih aktif untuk mengajak warganya sadar akan potensi desanya,” jelas Irsyad kepada Suara Pasuruan. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Layanan Vaksin Internasional Kini Hadir Di RSUD Grati

Layanan Vaksin Internasional kini hadir RSUD Grati.Rumah sakit kebanggaan masyar...

Article Image
Bluder Kentang Bromo Khas Desa Tosari Siap Jadi Oleh-Oleh Wisatawan

Berwisata ke Gunung  Bromo sudah pasti banyak dilakukan oleh para wisatawan...

Article Image
Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasu...

Article Image
Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Dialog Interaktif Bersama BNN di LPPL Radio Suara Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

Article Image
Peringati Hari Kartini, PT Sorini Agro Asia Corporindo, Cempaka Foundation, DLH dan TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Aksi Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuna

PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Pandaan Plant) bersama Cempaka Foundatio...