Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tunggu Uji Lab Penyebab Puluhan Babi Mati Mendadak di Desa Sedaeng dan Wonokitri

Gambar berita
10 Februari 2025 (09:42)
Kesehatan
8493x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian mendadak puluhan ekor babi di Desa Sedaeng maupun Desa Wonokitri.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah menegaskan, pihaknya masih melakukan pengambilan sampel darah pada beberapa ekor babi milik warga dua desa tersebut. Hasilnya baru diketahui melalui uji lab pada rentang waktu 5-7 hari ke depan.

"Hari ini kita ambil sampel darah untuk kita uji labkan. Hasilnya nggak sampai seminggu, Insya Allah sudah keluar," kata Alfiah, usai monitoring ke Desa Sedaeng dan Wonokitri, Senin (10/2/2025).

Dijelaskan Alfiah, kebanyakan babi-babi yang dipelihara warga di Wonokitri maupun Sedaeng dibeli dari para pedagang Malang. Ditakutkan, babi-babi tersebut menularkan virus African Swine Fever (ASF) seperti yang pernah terjadi pada tahun 2021 silam.

"Kalau di Malang khan memang ASF yang menyerang babi di sana. Dikhawatirkan virus yang sama kemudian ditularkan ke babi-babi milik warga Sedaeng dan Wonokitri," jelasnya.

Lebih lanjut Alfiah mengatakan, belum ada vaksin yang tersedia untuk babi. Hanya saja, untuk mengantisipasi semakin bertambahnya jumlah babi yang mati, pihaknya memberikan obat-obatan serta melakukan desinfektan pada sejumlah kandang babi milik warga.

"Kalau vaksin masih belum ada. Kita cuma ngasi obat-obatan dan penyemprotan desinfektan ke beberapa kandang babi yang kita sampling tadi," imbuhnya.

Dengan kematian puluhan babi, Alfiah menghimbau warga sekitar untuk rajin membersihkan kandang, serta memberikan vitamin agar babi yang dipeliharanya memiliki kekebalan. Terlebih bersamaan dengan musim penghujan ekstrim yang disertai angin kencang.

"Rajin-rajin desinfeksi kandang. Jangan lupa vitamin untuk daya tahan tubuh hewan," pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Lantik 16 Pejabat Eselon II, 105 Eselon III dan 176 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Hari ini, Kamis (8/1/2026), Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan melan...

Article Image
Mas Rusdi Lantik 297 Pejabat Eselon II, III dan IV Pemkab Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo melantik sebanyak 297 pejabat di Lingkungan Pemeri...

Article Image
Jadi Penopang Perekonomian. Ikan Lempuk Khas Danau Ranu Grati Kian Dicari

Ikan lempuk hingga kini masih menjadi kebanggaan masyarakat di sekitar Danau Ran...