Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dinas Peternakan Jatim Pastikan Vaksin PMK Akan Datang, Secepatnya

Gambar berita
10 Januari 2025 (10:03)
Kesehatan
1464x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memastikan vaksin untuk seluruh ternak sapi, kerbau dan kambing dalam waktu dekat akan segera datang, termasuk untuk Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani mengatakan jumlah hewan ternak di Jawa Timur yang rentan terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) tercatat mencapai 9,2 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sapi menjadi jenis hewan ternak yang paling banyak terancam. Jumlahnya mencapai 3,4 juta ekor.

"Paling rentan sapi, karena PMK lebih banyak menyerang sapi," ucap Indyah saat meninjau peternakan sapi milik Misbahul Munir di Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Kamis (10/1/2025).

Dijelaskan Indyah, Jawa Timur membutuhkan 7,2 juta vaksin yang nantinya akan disuntikkan pada seluruh sapi, baik yang rentan maupun yang sama sekali belum divaksin serta untuk sapi-sapi yang butuh vaksinasi lanjutan.

Untuk mendapatkan vaksin tersebut, Pemprov Jatim sedang mempersiapkan anggaran pengadaan vaksin dari yang bersumber dari BTT Jatim tahun 2025.  Begitu pula dengan Kementerian Pertanian yang kembali akan menggelontorkan anggaran untuk pengadaan vaksin.

"Secepat mungkin, karena sekarang sedang disiapkan dari pengadaan APBD maupun APBN, " singkatnya.

Dijelaskan Indyah, pada akhir 2024 kemarin, Kementerian Pertanian mengirimkan 12.500 dosis vaksin untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur, dengan rencana total bantuan vaksin mencapai 1,4 juta dosis.

Jumlah tersebut hanya diperuntukkan untuk ternak yang sangat rentan terserang PMK.

"Jumlahnya sedikit kemarin, makanya kami khususkan untuk ternak yang dalam kondisi urgent," tegasnya.

Sampai dengan hari ini, jumlah kasus PMK di Kabupaten Pasuruan mulai desember 2024 mencapai 187 kasus. Dengan rincian 70 ekor masih dalam penyembuhan, 101 ekor dinyatakan sembuh dan 16 sapi mati.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah melalui Kabid Keswan Kesmavet, drh Panti Absari mengaku, pihaknya sudah melaksanakan KIE ke semua peternak mengenai gejala PMK dan cara mengatasinya.

Selain itu, pengobatan pada ternak sakit juga intens dilakukan, disinfeksi kandang dan vaksinasi mandiri.

"Intinya kalau sakit langsung diobati, disinfeksi pasar hewan juga intens kami lakukan, sosialisasi ke peternak dan hewan," ucapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Harganas ke-33 di Malang, Kabupaten Pasuruan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo...

Article Image
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi Hadiri Puncak HAN ke 42 Jatim di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berlevel...

Article Image
58 Tahun. Produksi Susu Segar di KUTT Suka Makmur Eksis Penuhi Pasar Industri dan Masyarakat

Sejak tahun 1968, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Wilayah Kecam...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Tandon dan Menara Air di Wilayah Kekeringan dan Kesulitan Akses Air Bersih

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang tahun ini...

Article Image
Satu Rumah Warga di Wonorejo Roboh Dihantam Angin Kencang. BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Salah satu rumah warga di Desa Karangjatianyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pa...