Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

DINSOS TERUS LAKUKAN PEMBINAAN PARA PMKS

Gambar berita
20 Februari 2017 (18:07)
Olahraga
6489x Dilihat
0 Komentar
admin

Para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang jumlahnya kian berambah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Melalui Dinas Sosial, para PMKS yang terdiri dari anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) hingga anak-anak punk dan lansia terus dibina agar tak lagi meresahkan masyarakat.

Bambang Hariyanto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, sejak januari hingga pertengahan pebruari 2017, sudah ada 40 PMKS yang terjaring razia oleh Satpol PP untuk selanjutnya dibina dengan harapan dapat segera berubah.

"Setelah terjaring Satpol PP, maka kemudian diarahkan ke kami dan selanjutnya kami bina di Dinsos beberapa hari, barulah kita tempatkan sesuai dengan porsinya," kata Bambang di sela-sela kesibukannya, Senin (20/02).

Untuk anjal dan anak punk akan dikirim ke UPT Bina Belajar di Blitar, sedangkan untuk para gepeng lansia akan ditempatkan di UPT trisnaweda Pandaan, Banyuwangi, Jombang, Bondowoso, dan beberapa daerah lainnya. Kata Bambang, selama berada di tempat pembinaan, para PMKS akan diberikan keterampilan sesuai keahlian dan bakatnya.

"Kebanyakan kalau anjal atau gepeng yang masih anak-anak dan remaja akan dilatih keterampilan mesin dan otomotif, tapi kalau yang perempuan biasanya menjahit, rias salon, maupun keterampilan lainnya. Waktunya juga cukup lama ada yang sampai 6 bulan di UPT Bina Belajar Blitar," imbuhnya.

Sementara itu, Praptiningsih selaku Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial menambahkan, ke-40 PMSK yang dibina adalah mereka-mereka yang terjaring di sekitar Plaza Bangil, Pandaan hingga Grati. Untuk anjal dan anak punk rata-rata berusia 11-18 tahun, sedangkan gelandangan dan pengemis didominasi para lansia usia 50 tahun ke atas.

"Kalau sudah dirazia dan diserahkan ke kita, para PMSK kita dekati dulu dengan cara kita ajak makan, barulah kita arahkan untuk menjalani pembinaan. Semoga jumlah PMSK semakin menurun, sehingga masyarakat tidak lagi dipusingkan dengan ulah-ulah mereka," terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cuaca Ekstrim. BPBD Kabupaten Pasuruan Himbau Masyarakat Waspadai Pohon Tumbang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus mengimbau ma...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Apresiasi Sinergi Kolaborasi AKBP Jazuli Dani Iriawan Selama Menjabat Sebagai Kapolres Pasuruan dan Sambut Kapolres AKBP Harto Agung Cahyono

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada AKBP Jazu...

Article Image
Investor China Siap Tanam Modal 25 Triliun di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kian dilirik para investor asing yang ingin menanamkam modaln...

Article Image
Gubernur Khofifah Resmikan RKB, Ruang Makan dan Asrama SMAN Taruna Madani Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan ruang kelas baru, ruang...

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...