Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

DINSOS TERUS LAKUKAN PEMBINAAN PARA PMKS

Gambar berita
20 Februari 2017 (18:07)
Olahraga
6674x Dilihat
0 Komentar
admin

Para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang jumlahnya kian berambah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Melalui Dinas Sosial, para PMKS yang terdiri dari anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) hingga anak-anak punk dan lansia terus dibina agar tak lagi meresahkan masyarakat.

Bambang Hariyanto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, sejak januari hingga pertengahan pebruari 2017, sudah ada 40 PMKS yang terjaring razia oleh Satpol PP untuk selanjutnya dibina dengan harapan dapat segera berubah.

"Setelah terjaring Satpol PP, maka kemudian diarahkan ke kami dan selanjutnya kami bina di Dinsos beberapa hari, barulah kita tempatkan sesuai dengan porsinya," kata Bambang di sela-sela kesibukannya, Senin (20/02).

Untuk anjal dan anak punk akan dikirim ke UPT Bina Belajar di Blitar, sedangkan untuk para gepeng lansia akan ditempatkan di UPT trisnaweda Pandaan, Banyuwangi, Jombang, Bondowoso, dan beberapa daerah lainnya. Kata Bambang, selama berada di tempat pembinaan, para PMKS akan diberikan keterampilan sesuai keahlian dan bakatnya.

"Kebanyakan kalau anjal atau gepeng yang masih anak-anak dan remaja akan dilatih keterampilan mesin dan otomotif, tapi kalau yang perempuan biasanya menjahit, rias salon, maupun keterampilan lainnya. Waktunya juga cukup lama ada yang sampai 6 bulan di UPT Bina Belajar Blitar," imbuhnya.

Sementara itu, Praptiningsih selaku Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial menambahkan, ke-40 PMSK yang dibina adalah mereka-mereka yang terjaring di sekitar Plaza Bangil, Pandaan hingga Grati. Untuk anjal dan anak punk rata-rata berusia 11-18 tahun, sedangkan gelandangan dan pengemis didominasi para lansia usia 50 tahun ke atas.

"Kalau sudah dirazia dan diserahkan ke kita, para PMSK kita dekati dulu dengan cara kita ajak makan, barulah kita arahkan untuk menjalani pembinaan. Semoga jumlah PMSK semakin menurun, sehingga masyarakat tidak lagi dipusingkan dengan ulah-ulah mereka," terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Ini Sapi Qurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kabupaten Pasuruan

Tahun ini, masyarakat Kabupaten Pasuruan kembali menerima sapi qurban dari Presi...

Article Image
HLUN 2026. Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Ajak Lansia Investasi Kesehatan

RSUD Bangil bersama Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Kelua...

Article Image
Jelang Idul Adha, TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Pengajian dan Baksos

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan terus berkeliling ke kecamatan-kecamatan un...

Article Image
Jaga Stabilisasi Harga Jelang Idul Adha, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah

Mengantisipasi meningkatnya harga sejumlah bahan pokok yang kerapkali terjadi me...

Article Image
Friendly Match. Persekabpas Sukses Bekuk Persik Kediri 2-1

Ribuan laskar sakera memadati Stadion R Soedrasono Pogar, Bangil, Minggu (24/5/2...