Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

DINSOS TERUS LAKUKAN PEMBINAAN PARA PMKS

Gambar berita
20 Februari 2017 (18:07)
Olahraga
6826x Dilihat
0 Komentar
admin

Para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang jumlahnya kian berambah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Melalui Dinas Sosial, para PMKS yang terdiri dari anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) hingga anak-anak punk dan lansia terus dibina agar tak lagi meresahkan masyarakat.

Bambang Hariyanto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan mengatakan, sejak januari hingga pertengahan pebruari 2017, sudah ada 40 PMKS yang terjaring razia oleh Satpol PP untuk selanjutnya dibina dengan harapan dapat segera berubah.

"Setelah terjaring Satpol PP, maka kemudian diarahkan ke kami dan selanjutnya kami bina di Dinsos beberapa hari, barulah kita tempatkan sesuai dengan porsinya," kata Bambang di sela-sela kesibukannya, Senin (20/02).

Untuk anjal dan anak punk akan dikirim ke UPT Bina Belajar di Blitar, sedangkan untuk para gepeng lansia akan ditempatkan di UPT trisnaweda Pandaan, Banyuwangi, Jombang, Bondowoso, dan beberapa daerah lainnya. Kata Bambang, selama berada di tempat pembinaan, para PMKS akan diberikan keterampilan sesuai keahlian dan bakatnya.

"Kebanyakan kalau anjal atau gepeng yang masih anak-anak dan remaja akan dilatih keterampilan mesin dan otomotif, tapi kalau yang perempuan biasanya menjahit, rias salon, maupun keterampilan lainnya. Waktunya juga cukup lama ada yang sampai 6 bulan di UPT Bina Belajar Blitar," imbuhnya.

Sementara itu, Praptiningsih selaku Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial menambahkan, ke-40 PMSK yang dibina adalah mereka-mereka yang terjaring di sekitar Plaza Bangil, Pandaan hingga Grati. Untuk anjal dan anak punk rata-rata berusia 11-18 tahun, sedangkan gelandangan dan pengemis didominasi para lansia usia 50 tahun ke atas.

"Kalau sudah dirazia dan diserahkan ke kita, para PMSK kita dekati dulu dengan cara kita ajak makan, barulah kita arahkan untuk menjalani pembinaan. Semoga jumlah PMSK semakin menurun, sehingga masyarakat tidak lagi dipusingkan dengan ulah-ulah mereka," terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
12 Desa di Kabupaten Pasuruan Alami Kekeringan. Pemkab Pasuruan Intens Dropping Air Bersih

Sejak akhir juli lalu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulanga...

Article Image
Raperda P-APBD Kabupaten Pasuruan Tahun 2026 Disahkan Jadi Perda

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026...

Article Image
Ada Titik Kebakaran Baru, Pemadaman Karhutla di Kawasan Gunung Arjuno Gunakan Helikopter Water Boombing

Masih adanya titik kebakaran baru di kawasan Gunung Arjuno yang tak bisa dijangk...

Article Image
Wabup Gus Shobih Tegaskan Vaksinasi Internasional dan Layanan Paspor, Semuanya Dilakukan di Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi layanan vaksinasi internasio...

Article Image
Mas Rusdi Pimpin Drawing Bupati Cup 2026 Pasuruan Super League. Ini Hasilnya

Turnamen Sepakbola Bupati Cup Tahun 2026 Pasuruan Super League, kembali digelar....