Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dua Tahun Terakhir, Jumlah Kasus Demam Berdarah di Kabupaten Pasuruan, Terus Menurun

Gambar berita
06 Januari 2021 (20:13)
Kesehatan
3188x Dilihat
0 Komentar
admin

Bila dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah kasus DBD (Demam Berdarah) di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2020 lalu, menurun.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, untuk tahun 2019, jumlah kasus demam berdarah mencapai 130 kasus dengan 2 kejadian kematian. Sedangkan pada tahun 2020 lalu, jumlah kasusnya menurun menjadi 116 kasus tanpa kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Dr Ani Latifah melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, Agus Eko Iswahyudi mengatakan, dari 116 kasus sepanjang 2020, kejadian paling banyak terjadi di tribulan pertama antara Januari-Maret dengan 60 kasus. Kemudian di tribulan kedua dengan 42 kasus, tribulan ketiga 8 kasus dan tribulan keempat 6 kasus. 

"Di tribulan pertama, kejadian warga yang terserang demam berdarah paling banyak pada bulan maret ada 20 orang. Kemudian bulan pebruari ada 19 orang dan bulan maret januari 20 orang," kata Agus saat ditemui di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Rabu (06/01/2021).

Rata-rata, kasus demam berdarah di Kabupaten Pasuruan menyerang warga dengan rentang usia produktif antara 5-44 tahun dan paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Sukorejo, Wonorejo, Prigen dan Purwodadi. Kata Agus, paling banyak menyerang usia remaja, karena perilaku hidup bersih yang kurang. 

"Aktifitas yang berlebihan kemudian ketika drop, nyamuk demam berdarah langsung datang dan menggigitnya. Kebanyakan karena menjaga kebersihan yang kurang sehingga nyamuk gampang masuk," terangnya.

Ditambahkan Agus, menurunnya tren kasus demam berdarah dalam dua tahun terakhir, lantaran partisipasi masyarakat dalam melakukan pencegahan sangat tinggi.

Utamanya dengan hadirnya para kader jumantik (juru pemantau jentik) di masing-masing kecamatan, desa hingga sampai di level RT, RW dan masing-masing warga secara individual. 

"Kader jumantik bukan hanya di tingkat kecamatan, tapi setiap warga bisa menjadi kader jumantik. Melihat sendiri-sendiri apakah jentik nyamuk ada di tempat-tempat yang dipenuhi air atau tidak," 

Selain meningkatkan peran kader jumantik, Dinkes Kabupaten Pasuruan juga menyiapkan petugas fogging untuk memberantas pupulasi nyamuk aedes aegypti, jenis nyamuk yang membawa virus dangue sehingga menyebabkan demam berdarah.

Dan yang terpenting, pihaknya selalu mengimbau masyarakat agar tetap menjaga lingkungan dan kesehatan tubuh dan melaksanakan 3M. Yakni menutup tempat-tempat air, menguras bak mandi seminggu sekali dan mengubur barang-barang bekas.

"Serta memelihara ikan di kolam supaya bisa memakan jentik nyamuk demam berdarah. Apabila ada anggota keluarga yang terjangkit demam, segeralah dibawa ke fasilitas kesehatan," tutup Agus. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...