Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dugaan Sungai Welang Tercemar dari Limbah Pabrik, Pj Bupati Andriyanto Meminta Warga Bersabar Sambil Menunggu Lab Keluar

Gambar berita
25 Oktober 2023 (10:05)
Pelayanan Publik
2829x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto meminta warga bersabar sembari menunggu hasil uji lab yang sudah dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur terkait dugaan pencemaran sungai welang dari saluran pembuangan air limbah Pabrik Satoria.

Pernyataan tersebut ia sampaikan sesaat setelah melaunching Posyandu Tematik Stunting (POSTIK) di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Selasa (24/10/2023) kemarin.

Menurutnya, DLH Provinsi Jawa Timur telah melakukan uji sampel air pada Jumat (20/10/2023) lalu. Hasilnya akan keluar minimal 14 hari kedepan.

"Tunggu dulu, mari kita bersabar sampai hasilnya betul-betul keluar minimal 14 hari sejak sampel diambil," katanya. 

Selama menunggu hasil lab keluar, Pemkab Pasuruan juga tak bisa berbuat banyak. Kata Andri, apabila hasilnya betul-betul ada pencemaran dari perusahaan, maka akan dilanjutkan dengan tindakan represif mulai dari teguran pertama dan seterusnya.

"Kita belum bisa melakukan tindakan represif. Apalagi tuntutan sebagian masyarakat dengan memberikan sanksi, tunggu dulu sampai keluar hasilnya," tegasnya. 

Ditegaskannya, Pemkab Pasuruan tak akan gegabah dengan melakukan sebuah tindakan tanpa melihat aturan. Terlebih di suatu perusahaan, pastilah mempekerjakan banyak karyawan. Sehingga banyak hal yang harus dipikirkan.

"Saya yakin kalau kita berkomunikasi dengan baik, maka Insya Allah akan ada win win solution. Terlebih perusahaan juga mempekerjakan karyawan dan itu banyak dari warga sekitar maupun warga lokal Pasuruan," terangnya. 

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang dari 6 desa berdemo di depan pabrik cairan infus, PT Satoria Pharma di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Rabu (18/10/2023) pagi. 

Massa menuntut pabrik segera menutup pipa yang mengalirkan limbah cair ke Sungai Welang yang ada di desa mereka. Menurut mereka, limbah pabrik telah mencemari sungai. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Entok Jumbo dan Hias Sukses Dikembangkan di Kabupaten Pasuruan

Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata entok, mentok atau yang popul...

Article Image
Pengurus KNPI Kabupaten Pasuruan 2026-2029 Dilantik. Mas Rusdi : Jaga Kekompakan dan Kami Tunggu Kontribusi Positif untuk Pembangunan

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pa...

Article Image
Hafal Juz 30 dan Surat-Surat Pilihan. 638 Siswa-Siswi MI se-Kabupaten Pasuruan, Diwisuda

Sebanyak 638 siswi/siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan resmi di...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Layanan Pemerintah Kepada Masyarakat Harus Disederhanakan dan Gak Ribet

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan segala urusan yang ada kaitannya denga...

Article Image
Gus Shobih Buka Sosialisasi Dana Hibah Bagi Guru PAUD dan PNF se-Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi ban...