Wakil Bupati Mujib Imron terus aktif dalam melakukan edukasi tentang upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menurunkan stunting. Diantaranya melalui kegiatan sosialisasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Dalam Mini Lokakarya (Minilok) Audit Stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Lumbang, Rabu (14/12/2022), Wakil Bupati kembali meminta Camat, Kepala Desa, Tim Penggerak PKK hingga Bidan Desa untuk terus bersinergi dan berkolaborasi. Bersama-sama dalam penanganan penurunan stunting. Terlebih hingga saat ini stunting masih menjadi permasalahan yang cukup serius di Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut dikarenakan dampak akibat stunting yang menghambat pertumbuhan dari anak-anak penderita.
"Stunting ini bukan hanya lambatnya pertumbuhan saja. Tapi yang lebih kita khawatirkan adalah otaknya yang tidak standar dengan anak seusianya. Kalau anak-anak kita terkena stunting, kita akan kehilangan generasi-generasi emas," jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun diketahui, sedikitnya ada 146 keluarga beresiko stunting di Kecamatan Lumbang yang masih memerlukan pendampingan. Baik dari Bidan Desa maupun Tim Pendamping Keluarga. Selain itu terdapat data calon pengantin (catin) yang terdaftar ada 246 catin, namun dari jumlah tersebut yang sudah mendaftar di aplikasi Elsimil masih 34 catin.
"Ini masih ada kekurangan disini. Bidan dan Kader KB berarti belum memeriksa semuanya dan ini rawan. Dari data calon kemanten yang berisiko ada 212 catin," jelasnya.
Maka dari itu, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut meminta kepada Bidan dan Kader KB untuk terus memantau data yang masuk setiap harinya. Sehingga kenaikan data dapat terus termonitor.
Kegiatan diikuti oleh 97 peserta yang berasal dari 12 Desa di Kecamatan Lumbang. Di hari sebelumnya, Selasa (13/12/2022), agenda yang sama diselenggarakan di kantor Balai Desa Branang, Kecamatan Lekok. Ada 91 peserta dari 11 Desa yang menyimak paparan Wakil Bupati dengan antusias. (Iguh+Eka Maria)
Komentar