Apa yang anda pikirkan saat berbicara tentang program Makan Bergizi Gratis alias MBG?
Selain menu makanan gratis untuk anak sekolah sampai ibu hamil, menyusui dan balita, MBG identik dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
Tahukah anda, di Kabupaten Pasuruan ada satu SPPG yang menjadi pilot project atau proyek percontohan, yakni SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.
SPPG ini Pertama kali beroperasi mulai 17 pebruari 2025. Sekarang, sudah banyak yang berubah, mulai dari fasilitas, lay out bangunan hingga jumlah penerima manfaat program MBG.
Kepala SPPG Pasuruan Pandaan Sumbergedang, Nur Cholis mengatakan perubahan yang terjadi tak lepas dari support pengelola yang terus mengembangkan fasilitas sedemikian rupa hingga sesuai dengan standarisasi Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Pemerintah Daerah.
"Kalau dari perubahan ya lumayan banyak, mulai dari fasilitas, lay out bangunan yang terus berkembang lebih baik. Apalagi pihak pengelola memberikan fasilitas yang mendukung terkait perubahan sesuai lay out dan standarisasi pengolahan menu dari BGN maupun Dinas Kesehatan," kata Cholis di sela-sela kesibukannya, Rabu (10/6/2026).
Setiap harinya, SPPG yang berada tepat di depan SMAN 1 Pandaan ini disibukkan dengan aktifitas MBG. Kata Cholis, dalam urusan bahan baku, rata-rata memanfaatkan produk lokal atau sekitar SPPG seperti sayur mayur, bumbu dapur, lauk pauk hingga buah.
"Ini yang dinamakan simbiosis mutualisme. Kami prinsipnya memanfaatkan produk lokal dengan melihat ketersediaan maupun harga secara update nya," ungkapnya.
Sekarang, ada 3700 penerima manfaat program MBG yang dikelola SPPG Sumbergedang. Mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren, ibu hamil dan menyusui, serta balita.
Menurut Cholis, ribuan penerima manfaat tersebut berasal dari 11 lembaga plus 5 titik Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), yakni Posyandu Sukun, Kelampok, Tengger, Jatiroso dan Pelintahan.
"Kita setiap hari selama 5 hari kerja mendistribusikan MBG ke semua penerima manfaat," singkatnya.
Saat ditanya perihal menu, Cholis menyebutkan, akhir-akhir ini ada himbauan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk lebih memperbanyak telur sebagai lauk utama menu MBG. Hal itu disebabkan harga telur ayam yang mengalami penurunan dari sebelumnya.
"Dalam seminggu ada tiga kali menu lauk pauk yang bahannya dari telur ayam. Kita jadikan rolade atau omelette atau masakan lainnya, plus tetap ada nasi putih, tumis jagung dan manisa, serta buah dan susu plan," jelasnya.
Dengan sudah setahun lebih beroperasi, SPPG Sumbergedang menurut Cholis selalu terbuka akan kritik dan saran dari masyarakat.
"Karena kami selalu ingin memberikan yang terbaik, kalau ada saran dan kritik, kami sangat siap untuk kemajuan SPPG yang kami pimpin," tutupnya. (emil)
Komentar