Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Geliat Kampung Tempe, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi. Sehari, Perputaran Uang Tembus Rp 100 Juta

Gambar berita
19 Januari 2026 (17:43)
Ekonomi
1253x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Tempe, siapa yang tak kenal makanan tradisional khas jawa ini

Di Kabupaten Pasuruan, ada satu desa yang sebagian besar penduduknya memproduksi tempe. 

Kampung Tempe, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi namanya. Siapapun yang datang ke rumah-rumah warga akan disuguhkan dengan aroma kedelai rebus yang khas.

Tungku, rebusan kedelai, dan lembaran daun pisang pembungkus tempe selalu menemani aktifitas warga di setiap harinya. Maka tak heran, tempe menjadi warisan turun temurun yang bukan hanya terbukti menghidupi, tapi disukai.

Mukhammad Irfan, salah seorang pengrajin tempe mengaku dalam sehari bisa memproduksi sampai 1 kwintal tempe. Tempe-tempe buatannya bukan hanya dijual dalam bentuk batangan saja, melainkan dalam kemasan mika, tempe mendoan, keripik tempe hingga brownies, cookies dan nugget tempe. Tak salah jika per bulan, omset yang dicapainya bisa tembus Rp 50 juta. 

"Kalau tempe batangan ya tetap seperti biasanya kita jual ke pasar karena banyak yang menunggunya. Tapi sekarang bisa dijadikan olahan seperti keripik tempe, nugget tempe, mendol krispi, brownies dan cookies," kata Irfan di sela-sela kesibukannya, Senin (19/1/2026).

Sehari-harinya, Irfan bukan hanya memproduksi tempe saja. Tapi berinovasi dengan membuka kelas "Omah Edukasi Tempe", bagi siapa saja yang ingin tahu lebih jauh tentang tempe.

"Siapapun yang mau ke sini silahkan, akan kami ajari proses membuat tempe sampai jadi beragam olahan berbahan dasar tempe," singkatnya.

Tempe-tempe buatan Irfan tentu saja laris di pasaran. Bukan hanya enteng di kantong, tapi juga punya rasa yang berkualitas. Untuk satu papan tempe batangan dengan ukuran 23 sentimeter X 35 sentimeter dan berat 2 kg hanya dijual Rp 30 saja. 

Belum lagi tempe kemasan mika yang dihargai Rp 10 ribu, tempe mendoan kemasan isi 6 lapis seharga Rp 6 ribu hingga keripik tempe Rp 70 ribu per 1 kilogram.

"Tempe Parerejo ini beda dengan yang lain, karena rasanya gurih dan empuk dilidah," terangnya. 

Sementara itu, Camat Purwodadi, Sugiarto menegaskan dalam satu hari, produksi tempe dari sekitar 185 pengrajin tempe di Desa Parerejo mencapai 20 ton. Maka tak salah bahwa perputaran uang dari kegiatan memproduksi tempe per harinya bisa mencapai Rp 200 juta.

"Desa Parerejo ini potensinya luar biasa di bidang produksi tempe. Puluhan tahun bertahan untuk menjaga produksi dan kualitas tempe khas yang banyak disukai semua kalangan," tegasnya. (emil)





Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
BPBD Kabupaten Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuaca Ekstrim

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengeluarkan perin...

Article Image
13 Kali Berturut-Turut. Pemkab Pasuruan Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP

13 kali berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sukses mempertahankan pred...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Intens Lakukan Pemeriksaan Post Mortem

Sejak hari pertama Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan...

Article Image
Idul Adha 1447 H. Pemkab Pasuruan Salurkan 260 Hewan Qurban

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendistribusikan sebanyak 260 hewan qur...

Article Image
Ini Sapi Qurban Presiden Prabowo untuk Masyarakat Kabupaten Pasuruan

Tahun ini, masyarakat Kabupaten Pasuruan kembali menerima sapi qurban dari Presi...