Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Gerakan Pangan Murah Serentak di Kabupaten Pasuruan, Sukses dan Lancar

Gambar berita
30 Agustus 2025 (13:03)
Ekonomi
942x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melaksanakan Gebyar Pangan Murah (GPM) serentak di seluruh kecamatan, Sabtu (30/8/2025).

Kegiatan GPM dipusatkan di Pendopo Kecamatan Bangil dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad; kemudian Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini; Kasdim 0819 Pasuruan; Inspektur Kabupaten Pasuruan, Rachmat Syariffudin dan pejabat lainnya.

Pantauan di lokasi, kegiatan GBM diawali dengan zoom meeting bersama Menteri Dalam Negeri serta Menteri Pertanian. Setelah itu dilanjutkan dengan pelaksanaan bazar pangan murah di titik-titik lokasi setiap kecamatan.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Hari Hijroh menjelaskan dalam bazar kali ini, ada empat komoditas yang tersedia, yakni beras SPHP, gula pasir, minyak goreng dan telur ayam boiler. 

Khusus beras SPHP tersedia dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp 60 ribu, lebih murah dari harga di pasaran pada umumnya. Begitu pula untuk gula pasir yang dipasok dari PG Kedawung dijual per 1 kilogram seharga Rp 15 ribu. Begitu pula untuk minyak goreng merk minyakita juga dijual seharga Rp 15 ribu serta telur ayam Rp 23 ribu per 1 kg. 

"Kalau HET untuk beras SPHP per kilogramnya Rp 12.500. Jadi yang sekarang dijual lebih murah. Gula juga sekarang Rp 16 ribu sampai Rp 17 ribu, apalagi telur di pasaran sampai Rp 27 ribu," jelasnya.

Tak butuh waktu lama, penjualan minyak goreng dan telur ayam langsung habis dalam hitungan satu jam. Namun untuk beras dan gula masih tersedia.

Kata Hari, dari pihak Bulog Malang akan terus mendistribusikan beras SPHP kemasan 5 kg untuk warga, jikalau stok yang diberikan telah habis. 

"Tadi 2 ton sudah datang. Kalau habis nanti dikirim lagi 2 ton, dan itu juga berlaku bagi kecamatan lainnya," singkatnya. 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad menyampaikan, Gerakan pangan murah ini adalah langkah nyata pemerintah untuk memperkuat ekosistem pangan yang matang dan berkelanjutan.

"GPM ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan serta menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok di tengah masyarakat," terangnya. 

Lanjut Syaifudin, dengan kegiatan GPM, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari.

“Ada sampai tukang ojol juga beli di sini. Ibu-ibu rumah tangga, tukang becak dan lainnya juga datang ke GPM ini," ungkapnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Mas Rusdi Pimpin Upacara Hardiknas 2026

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melaksanaka...

Article Image
May Day 2026. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tuntutan Buruh Langsung Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Ada yang berbeda dari peringatan May Day alias Hari Buruh Internasional tahun 20...

Article Image
Mas Rusdi Apresiasi BPK dan DPR RI Ajak Kepala Desa Pahami Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat...

Article Image
Efisiensi Penyerapan DBHCHT, Mas Rusdi Minta Alokasi 2026 Harus Banyak Inovasi Sosialisasi

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Evaluasi Pengelolaan Dana Bagi Has...

Article Image
Kumpulkan Kepala Pasar. Mas Rusdi Tegaskan Aset Daerah yang dikelola Oknum Tak Bertanggung Jawab Harus Ditertibkan

Pasar sebagai cerminan denyut kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, harus dija...