Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Goa Jalmo di Desa Cendono. Masuk 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023

Gambar berita
12 Oktober 2023 (08:41)
Pariwisata
4123x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Desa Cendono di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan memiliki pesona peninggalan belanda yang sayang kalau tidak dikunjungi.

Namanya adalah Wisata Coban Goa Jalmo yang berada di Dusun Jatikauman.

Tempat wisata ini sudah dikelola menjadi destinasi wisata sejak tahun 2018 oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa Cendono dan bekerja sama dengan karang taruna, pemuda IPNU IPPNU, Pramuka dan Pemuda warga sekitar.

Namanya juga goa, jadi begitu datang ke sana, para pengunjung pasti penasaran seperti apa bentuknya. Setelah tiba, langsung disambut dengan air terjun yang berair jernih. 

Konon katanya goa dan air terjun tersebut memiliki sejarah mistis. Yakni turun temurun dijadikan tempat persembunyian penduduk pribumi dari penjajah belanda.

Hal tersebut dibenarkan oleh Suliswanto selaku Ketua Pokdarwis Desa Cendono.

Menurutnya, Gua Jalmo adalah peninggalah turun temurun dari nenek moyang di Desa Cendono sebagai tempat persembunyian para pejuang dari serangan penjajah. 

Goa ini memiliki daya magis alias unsur mistis yang berkembang di masyarakat. Yaitu seekor ular berkepala manusia yang bertapa di dalam gua jalmo tersebut.

Dinamakan Goa Jalmo, sebab ular ini disebut ular yang menjelma. Sehingga itulah yang membuat orang-orang terdahulu menamainya Goa Jalmo atau dari kata "Ëœmenjelma' yaitu ular yang menjelma.

"Makanya dinamakan ular yang menjelma yang menjadikan nama gua ini adalah gua jelma an atau jelmo," ungkapnya. 

Goa Jalmo berlokasi di bawah lahan pertanian rumput gajah dan di sekelilingnya terdapat pepohonan dengan banyak akar dan memiliki Curug (Air Terjun) sekaligus gua. Tepatnya, berada di tepi bebatuan.

Karena unik, tempat ini lantas banyak dikunjungi orang. Dan selama tiga tahun terakhir, tempat itu makin banyak dikunjungi wisatawan.

"Lokasi ini jadi tempat wisata di desa kami sudah berjalan tiga tahun terakhir. Pengelolanya Pokdarwis, juga para pemuda yang tergabung dalam karang taruna," jelasnya pak Suliswanto.

Untuk guanya sendiri, memiliki ukuran Panjang dan lebar kurang lebih 2 meter dan memiliki tinggi 1,5 meter.

Saat masuk ke dalam Goa Jalmo memiliki jalur tembusan menuju ke Curug dengan panjang lubang sekitar 4 meter. Sedangkan tinggi dan lebarnya masing-masing hanya satu meter.

"Dinding gua sekelilingnya berupa bebatuan, pada permukaan atasnya terdapat rembesan air. Untuk masuk ke dalam, aman," terang Doni, anggota POKDARWIS sekaligus pemuda asal desa setempat. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Mas Rusdi Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrim

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan k...

Article Image
Audiensi Langsung dengan Mensos RI, Bupati Pasuruan Berharap Ada Penambahan Kuota PBI-JK

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengambil langkah strategis dalam upaya memperluas...

Article Image
Banyak Pohon Tumbang dan Rumah Rusak, Pemkab Pasuruan Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Cuaca ekstrim dalam beberapa hari terakhir tak hanya mengakibatkan banjir dan ta...

Article Image
Target Lolos Liga 2. Kepengurusan Persekabpas Resmi Diserahkan ke Bupati Rusdi Sutejo

Nasib keberlanjutan Persekabpas di masa mendatang, sepertinya berbuah angin sega...

Article Image
Tak Terpengaruh Gejolak Timur Tengah. Jumlah Pemohon Paspor di Kantor Imigrasi Pasuruan Melonjak

Sebulan sejak diresmikan, jumlah pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non...