Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Gubernur Jatim Pastikan, Pemilihan Hewan Kurban di Jatim Sesuai Kriteria ASUH

Gambar berita
27 Juli 2020 (11:25)
Pelayanan Publik
2418x Dilihat
0 Komentar
admin

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi beberapa lokasi penjualan hewan ternak di Jawa Timur. Tujuannya untuk memastikan bahwa dalam pandemi Covid-19, perawatan hewan ternak terutama Sapi dan penjualannya tetap optimal.

Dari dari hasil kunjungan di dua lokasi penjualan ternak terbaik di Surabaya, ternyata para peternak tetap laris dalam menjual hewan ternaknya dan kondisi hewan ternaknya sehat dan bisa memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Seperti yang dipantau di lapak pertama yang dikunjungi yaitu penjualan hewan kurban milik Juki. Dengan hewan ternak sebanyak 240 ekor,  kondisi siap kurban sebanyak 220 ekor dan sudah laku oleh pembeli 145 ekor. Yang kedua, H. Heru yang memilik hewan ternak sebanyak 78 ekor dan hanya tinggal 1 ekor yang belum terjual.

“Kami ingin memastikan bahwa stok hewan kurban kita dalam kondisi yang cukup. Lalu juga hewan kurban kita semua dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal. Alias ASUH. Utuh itu artinya bahwa dari sumber pakannya ini terkonfirmasi dengan nutrisi yang baik. Sebab kita sudah hampir empat bulan ini dalam posisi pandemi Covid-19”, tuturnya pada saat mengunjungi lokasi penjualan hewan kurban pada hari Rabu 20/7/2020.

Gubernur Jawa Timur menambahkan bahwa di masa pandemi Covid-19, stok hewan kurban sudah dipastikan aman dan ASUH. Langkah selanjutnya adalah memastikan proses penyembelihan hewan kurban tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti hewan yang disembelih harus tersertifikasi dengan surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan. Berikut proses pendistribusian terhadap masyarakat tetap memenuhi protokol kesehatan.

Di akhir kunjungannya, perempaun nomor satu di Jawa Timur tersebut lega, karena di saat pandemi, penjualan Sapi di peternakan tersebut menggunakan sistem cashless alias non tunai juga  diperdagangkan secara online. Sistem ini bahkan tetap membuat penjualan sapi kurban tetap laris dibeli.

“Dan ternyata yang ada di kandangnya Pak Haji Heru ini tinggal satu yang belum terjual. Yang di Pak Haji Juki, biasanya tahun lalu 160 ekor, hari ini sudah terjual 145. Puncaknya biasanya pada H -2 atau H-3. Artinya Insya Allah bisa melebihi bahkan dari jumlah yang terjual tahun lalu", pungkasnya. (Eka Maria+Alfi)

 

 

             


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Satpol PP, PN Bangil dan Bea Cukai Pasuruan Razia Peredaran Rokok Illegal di Rembang

Satpol PP Kabupaten Pasuruan bersama kantor Kantor Bea Cukai Pasuruan dan Kejaks...

Article Image
Perdana. Mas Rusdi - Gus Shobih Safari Ramadhan Bersama Forpimda dan Ulama

Perdana, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Safari Ramadhan bersama Forkopi...

Article Image
Operasi Pasar Ramadhan. Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Jual Beras SPHP, Gula dan Minyakita Murah

Untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 hijri...

Article Image
Ketua Perwosi Mela Rusdi Buber Bareng Pelajar Sekolah Rakyat

Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kabupaten Pasuruan,...

Article Image
Udeng dan Kaweng Tengger Tosari Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

 Udeng dan Kaweng Tengger khas Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mendapa...