Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Harga Cabai Rawit Masih Tinggi. Disperindag Kabupaten Pasuruan Intens Monitoring

Gambar berita
15 Desember 2021 (16:42)
Ekonomi
3507x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga kini, harga cabai rawit di Pasuruan masih sangat tinggi.

Dari pantauan di lapangan pada Rabu (15/12/2021) siang. Semua pedagang di pasar tradisional Kota dan Kabupaten Pasuruan menjual cabai rawit dengan harga antara Rp 50 Ribu-Rp 100 Ribu per 1 kilogram.

Seperti di Pasar Bangil. Rohmawati (43), salah satu pedagang mengaku terpaksa menjual cabai merah dengan harga Rp 65 ribu per kilogramnya, lantaran stok cabai yang semakin menipis.

"Kulakannya gak banyak, ya akhirnya bisa beli dengan harga yang mahal juga. Ambil untungnya gak seberapa," ungkap

Agar tak terus melonjak, pedagang mencampur cabai rawit merah dan hijau untuk meredam harga. Mereka menjual cabai rawit menjadi tiga jenis. Yakni cabai hijau, campuran hijau-merah dan cabai merah atau super.

Sriyatin, pedagang di Pasar Kraton mengatakan, sejak Senin kemarin harga cabai merah naik signifikan. Sebelumnya, harganya berkisar Rp50 ribu perkilo dengan stok yang mulai menipis.

Namun, saat ini cabai rawit merah mulai langka. Karenanya, para pedagang mencampur cabai rawit merah dengan cabai rawit hijau untuk meredam harga.

“Rp100 ribu sekarang, nggak ada kalau merah itu, adanya ini, campuran gini,” ungkapnya.

Atas fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus melakukan monitoring ke semua pasar.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery menjelaskan, monitoring tersebut dilakukan secara intens dengan tujuan agar bisa mengetahui perkembangan harga cabai dari waktu ke waktu.

Pihaknya pun tak bisa menurunkan harga cabai, lantaran hal tersebut menjadi hukum ekonomi. Dimana ketika stok menipis, maka secara otomatis nilai penjualan semakin meningkat.

"Kita hanya bisa monitoring saja. Kalau harus menurunkan harga, bukan kewenangan kami," singkatnya.

Dijelaskannya, kenaikan harga cabai rawit disebabkan oleh faktor cuaca, di mana banyak hasil panen petani cabai yang rusak akibat hujan yang terus menerus.

"Cabainya busuk, sehingga banyak yang rusak dan dibuang. Inilah yang akhirnya menjadikan harga cabai meningkat tajam," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...