Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Harga Telur Ras di Pasuruan Terus Merangkak Naik

Gambar berita
16 Juli 2018 (18:09)
Ekonomi
10091x Dilihat
0 Komentar
admin

Di Pasuruan, harga telur ayam ras (petelur)di pasar tradisional maupun di tingkat pedagang eceran dalam beberapa minggu terakhir, terus merangkak naik.

Bahkan, hingga berita ini ditulis, harga telur ayam sudah mencapai angka Rp 27 ribu per 1 kilogram.

Dari pantauan di Pasar Bangil, Sukorejo, Pandaan dan Pasar Besar Kota Pasuruan, Senin (16/07/2018), seluruh pedagang kompak memasang harga telur ras antara Rp 26 ribu-Rp 27 ribu per kilogramnya.

Suryati, salah seorang pedagang sembako di Pasar Bnagil mengatakan, naiknya harga telur mulai akhir Bulan Ramadhan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, di mana rata-rata kenaikannya antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu setiap dua minggu sekali.

“Lah kulakannya naik mas, jadi yam au gak mau saya harus menaikkan harga. Daripada saya rugi,” ungkapnya,

Dijelaskan Suryati, sebelum Ramadhan, harga telur masih Rp 18 ribu sampai Rp 19 ribu per kilogram. Kemudian memasuki Ramadhan, harga telur naik menjadi Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram. Dirinya tak mengetahui persis factor penyebab kenaikan tersebut.

“Saya dengar-dengarnya karena harga pakan ayam mahal, jadi harga telur ikutan naik,” singkat dia sembari menawarkan telur dan jenis sembako lainnya.

Sementara telur mengalami kenaikan harga, beberapa jenis sembako yang lain justru tidak mengalami penurunan maupun kenaikan. Seperti harga beras IR 64 yang masih di kisaran Rp 9600/kg, harga gula sebesar Rp 11.500/kg, minyak goring curah Rp 11.500/kg, daging sapi Rp 105 ribu/kg, daging ayam ras Rp 37 ribu/kg, daging ayam kampung Rp 65 ribu/kg, cabe besar keriting Rp 40 ribu/kg, cabe besar biasa Rp 32 ribu/kg, cabe rawit Rp 50 ribu/kg, bawang merah Rp 21 ribu/kg, serta bawang putih Rp 22 ribu/kg.

Gatot Sutanto selaku Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan menjelaskan, kenaikan harga telur bisa disebabkan dua hal, yakni adanya permintaan yang tak seimbang dengan stok barang di pasaran, serta kenaikan ongkos produksi, mulai dari harga pakan ayam, obat ternak dan sejenisnya.

“Naiknya telur disebabkan antara suplay and demand gak seimbang. Padahal tidak ada acara religi di masyarakat yang biasanya banyak belanja untuk kebutuhan selamatan,” kata Gatot saat dihubungi via telepon. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...