Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Hemat 50%, Warga Binaan Rutan Bangil Sukses Produksi Tempe

Gambar berita
07 April 2018 (18:14)
Ekonomi
3867x Dilihat
0 Komentar
admin

Rumah Tahanan (Rutan) II B Bangil punya sejuta cara untuk bisa memberdayakan warga binaannya. Salah satunya adalah pembuatan tempe.

Lauk favorit seluruh masyarakat Indonesia ini diproduksi oleh 5 warga binaan Rutan Bangil mulai akhir tahun 2017 lalu. Lantaran terbukti dapat menghemat biaya pembelian tempe hingga 50 %, pihak Rutan pun menggagas ide brillian ini, melalui pembuatan tempe.

Kepala Rutan II B Bangil, Wahyu Indarto mengatakan, tujuan produksi tempe adalah untuk memenuhi kebutuhan lauk 468 tahanan yang ada di Rutan Bangil.

"Lumayan bisa menghemat belanja tempe sampai 50%. Kebetulan ada salah satu warga binaan yang paham betul tentang produksi tempe, sehingga langsung dipraktekkan.  Dan ternyata rasanya enak dan tidak kalah dengan tempe-tempe yang dijual di pasar, klontongan maupun penjual keliling," kata Wahyu, di sela-sela melihat produksi tempe di Rutan Bangil, Sabtu (07/04/2018).

Setiap hari, rata-rata tempe yang diproduksi antara 15-25 kg, di mana untuk bahan baku tempe yakni kedelai, dibeli dari Pasar Bangil yang lokasinya berdekatan dengan Rutan Bangil. Kata Wahyu, selain dibuat untuk para warga binaan, rencananya tempe-tempe tersebut juga akan dijual ke Lapas Kota Pasuruan dan toko pracangan (sebutan untuk toko yang menjual ikan, sayuran dan buah di pasar).

"Kita sudah tawarkan ke Lapas Kota Pasuruan dan ternyata mau. Tinggal kita cari petugas untuk bisa mengantar tempe-tempe kita ke Lapas maupun siapa saja yang suka dengan tempe kita, " imbuhnya.

Tempe hasil karya warga binaan Rutan Bangil lantas diberi nama "Numani" yang kalau dalam Bahasa Indonesia berarti ketagihan.  Dijelaskan wahyu, nama tersebut sesuai dengan doa dan harapan dari seluruh penghuni Rutan Bangil supaya tempe buatan mereka laku keras di pasaran.

"Biar populer bak kacang goreng. Tempe ini hanya tahan 3 hari saja.  Jadi kalau pengen lama, bisa dimasukkan ke kulkas, " terangnya.

Sementara itu, Andik Prasetyo selaku Kepala Kesatuan pengamanan Rutan Bangil menjelaskan, untuk membuat tempe, langkah awal yang dilakukan adalah mencuci hingga bersih seluruh kedelai selama 10-15 menit. Setelah itu dilanjutkan dengan perebusan selama 45 menit.  Dari situ kedelai digiling supaya kulit ari nya lepas, kemudian direndam dengan air dingin selama 10 menit, kemudian dicuci hingga bersih dan dimasukkan ke perebusan yang kedua dan dibiarkan selama 30 menit, didinginkan kemudian dikasi ragi dengan perbandingan 1 kg kedelai dengan 1 sendok teh

"Membuat tempe kelihatannya gampang.  Tapi lumayan susah. Karena harus enak dan tidak berbau.  Dan yang jelas semuanya suka tempe. Alhamdulillah, 5 warga binaan kami sudah lihai dan jago dalam membuat tempe, "ungkapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pembangunan Pintu Pengendali Air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Winongan Rampung 100%

Pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Win...

Article Image
Puncak Hari Santri Nasional, Ribuan Masyarakat Kabupaten Pasuruan Diajak Bersholawat bersama Habib Bidin dan Majelis Az Zahir

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2026, Pemerintah Kabupaten...

Article Image
Gus Shobih Berangkatkan Puluhan Peserta Gerak Jalan Santri 2026

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Nahdhatul Ulama menggelar Gerak Jalan Hari...

Article Image
Buka Lomba Da'i Nusantara, Gus Shobih : Selamat Berdakwah. Santri Jaman Sekarang Harus Melek Digital

Ratusan pelajar SMP/Mts dan santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Lomba Da'i Nu...

Article Image
Buka Bupati Cup E-Sport Free Fire 2026, Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo : Main Games Boleh Asalkan Tetap Utamakan Ibadah dan Pendidikan

Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten menggelar Bupati...