Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Himbau Kepala Sekolah Segera Lapor Kondisi Bangunan Sekolah Yang Rusak Berat

Gambar berita
07 Februari 2024 (10:36)
Pendidikan
3018x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan menghimbau sekaligus mengingatkan para kepala sekolah PAUD, SD, SMP/ sederajat untuk melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda kerusakan bangunan sekolah.

Himbauan tersebut sangat penting, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat akhir-akhir ini terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Hasbullah mengatakan sejak awal pihaknya sudah menyampaikan kepada para kepala lembaga maupun Kepala Sekolah PAUD, SD, SMP/sederajat.

Ia pun meminta para kepala sekolah aktif mengecek kondisi bangunan sekolah apakah ada kerusakan atau tidak.

Apabila bangunan sekolah dirasa dalam kondisi mengkhawatirkan, maka harus segera dikosongkan. Bahkan jikalau diperlukan, tidak dipergunakan dalam proses belajar mengajar.

"Kalau tidak memungkinkan atau mengkhawatirkan, segera melapor jangan sampai tiba-tiba roboh dan ada korban. Kasarannya lebih baik dirobohkan biar tidak ada korban," kata Hasbullah saat ditemui di ruangannya, Rabu (07/02/2024).

Dari data Dispendikbud, ada sekitar 200 bangunan sekolah di Kabupaten Pasuruan yang dalam kondisi rusak berat. Dalam artian tingkat kerusakannya diatas 50 persen.

Kata Hasbullah, saat ini ada 28 sekolah yang harus segera direhab lantaran kondisinya sangat urgent, dan menjadi prioritas pengerjaan di tahun ini. Anggarannya berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU), Bantuan Khusus Keungan (BKK) Provinsi maupun Dana Alokasi Khusus Kemendikbudristek RI.

Hanya saja, Kebijakan Dana Alokasi Khusus dari Kemendikbudristek tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya ada sekolah yang mengalami kerusakan dibawah 50 persen, maka anggaran rehab di bagi secara merata.

"Yang jadi kendala kebijakan tahun ini adalah penuntasan. Ketika dapat anggaran misalkan 1 miliar rupiah itu kan harus dikontrakkan masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) nah kadang-kadang menurunnya 20 sampai 30 persen. Sehingga anggaran 1 miliar bisa menjadi 700 sampai 800 juta yang bisa dimanfaatkan." ungkapnya.

Saat ditanya bagaimana upayanya mengingat masih banyak sekolah yang harus direhab, Hasbullah menegaskan bahwa pihaknya mendahulukan yang menjadi skala prioritas.  

"Kalau ada kekurangan maka akan diusahakan dari DAU, karena memang keterbatasan anggaran," tutupnya. (emil)


 



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Gratiskan Operasi Katarak 200 Warga di RSUD Grati

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui RSUD Grati menggelar bakti sosial operasi...

Article Image
Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Bupati Mas Rusdi Minta Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan...

Article Image
Tekan Potensi Banjir, Pemkab Pasuruan Bangun Drainase di Sejumlah Titik

Untuk menekan potensi banjir atau genangan di kawasan permukiman, Pemerintah Kab...

Article Image
Pemkab Pasuruan Ajak Dunia Usaha dan Industri Galakkan Program GENTING Demi Turunkan Stunting

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajak dunia usaha dan dunia industri serta stak...

Article Image
Dekranasda Kabupaten Pasuruan Ikuti Pameran Kriyanusa 2026. Mela Rusdi : Kami bawa Baju Lukis 3D, Bordir, Miniatur Motor dan Baju Bayi Rajut

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan mengikuti Pamera...