Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Inovatif Ciptakan Daerah Penuh Prestasi, Bupati Irsyad Didapuk Jadi Pembicara BPK RI

Gambar berita
01 Agustus 2017 (12:20)
Pelayanan Publik
4071x Dilihat
0 Komentar
admin

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf kembali didapuk menjadi pembicara tingkat nasional.

Kali ini adalah Pusat Pendidikan dan Kepelatihan Badan Pemeriksa Keuangan (Pusdiklat BPK) RI Yogyakarta yang mengundang Bupati Irsyad untuk menjadi pemateri dalam Diklat Kepemimpinan Angkatan II tahun 2017, di Balai Diklat BPK Yogyakarta, Selasa (01/08/2017).

Selama diklat berlangsung, Irsyad memberikan materi seputar Strategi dalam membangun Kabupaten Pasuruan yang meliputi gambaran umum Kabupaten Pasuruan, Visi dan Misi, Inovasi pelayanan publik, sampai dengan praktik-praktik terbaik serta usaha yang dilakukan dalam pengelolaan sumber daya, termasuk pembinaan aparat sehingga dapat memperoleh prestasi yang banyak di tingkat regional, nasional hingga mancanegara. Para peserta diklat adalah para pejabat struktural Eselon IV di Lingkungan BPK RI dan instansi lainnya.

Bagi Irsyad, mendapat kepercayaan untuk menjadi pemateri sekaligus sharing ilmu di kalangan BPK RI adalah sebuah kebanggaan tersendiri, lantaran banyak pihak yang telah mengapreasi kinerja yang ditunjukkan sejak menerima jabatan sebagai Bupati Pasuruan, 9 Juli 2013 lalu.

“Alhamdulillah, banyak sekali pihak-pihak yang memberikan kepercayaan dan mengakui bahwa kami betul-betul bekerja keras menciptakan Kabupaten Pasuruan yang sejahtera dan maslahat. Kami terus berbenah dalam segala hal, mulai dari pembinaan aparatur sipil negara (ASN) sampai dengan inovasi pelayanan publik yang tujuannya untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan,” kata Irsyad, sesaat setelah tugasnya menjadi pembicara, akhirnya selesai.

Lebih lanjut pria yang dikenal jago bermusik itu menjelaskan, untuk membangun sebuah daerah menjadi lebih maju, semua elemen harus dilibatkan. Mulai dari jajaran birokrasi, para alim ulama, cendekiawan, praktisi dan akademisi, dan masyarakat secara menyeluruh harus sama-sama mencurahkan tenaga, ide dan inovasi demi membangun daerah itu sendiri.

“Semua pihak harus kita rangkul, dalam artian jangan sampai ada pihak yang merasa tidak dilibatkan karena sesuatu hal. Untuk bisa maju dan berkembang harus bahu membahu. Warisan rasa kegotong-royongan dari nenek moyang kita harus selalu kita pertahankan karena itu sudah sangat terbukti. Itu kuncinya,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan dan Baznas Fasilitasi Motor Da'i di Daerah Terpencil

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pasuruan memfasilitasi dua orang Da...

Article Image
Warga Karangsono, Sukorejo Kebanjiran Order Minuman Sari Buah Matoa

Setiap tahun menjelang bulan suci ramadhan, salah satu industri rumahan di Desa...

Article Image
Geliat Kampung Tempe, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi. Sehari, Perputaran Uang Tembus Rp 100 Juta

Tempe, siapa yang tak kenal makanan tradisional khas jawa iniDi Kabupaten Pasuru...

Article Image
Longsor Landa 3 wilayah Kecamatan di Kabupaten Pasuruan

Cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini, yakni hujan deras disertai angin ken...

Article Image
Banjir Terjang Ribuan di Kecamatan Nguling, Grati dan Winongan

Ribuan rumah warga di 3 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir.Banjir...